«

»

1,3 Ha Jalan Menuju Kuala Namu Belum Dibebaskan

Medan-ORBIT : Pembangunan proyek ruas jalan arteri Simpang Kayu Besar-Bandara Kuala Namu di Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, hingga kini masih terkendala pembebasan lahan seluas 1,3 hektare lebih.

“Masih ada sekitar 1,3 hektare lagi lahan yang belum selesai dibebaskan,” kata Sekretaris Tim Percepatan Pembebasan Tanah (P2T) untuk jalan arteri Bandara Kuala Namu, Safrullah.

Disebutkannya, lahan seluas 1,3 hektare tersebut selama ini didiami oleh sekitar 125 kepala keluarga.  Sekitar 30 persen dari 125 kepala keluarga yang mendiami lahan seluas 1,3 Ha itu sudah menyatakan bersedia menerima dana ganti rugi, sesuai yang ditetapkan pemerintah.

Sebagian besar lahan jalan arteri yang menghubungkan Simpang Kayu Besar Tanjung Morawa dengan Bandara Kuala Namu merupakan lahan eks hak guna usaha (HGU) PT (Persero) Perkebunan Nus (PTPN) 2.

Khusus bagi warga yang lahannya terkena proyek jalan arteri diberikan dana ganti rugi sesuai dengan nilai jual objek pajak (NJOP) yang berlaku.

Sedangkan bagi warga yang selama ini mendiami lahan eks HGU PTPN 2 hanya diberikan uang pindah sebesar 25 persen dari NJOP, sebagaimana ditetapkan dalam Peraturan Gubernur Sumatera Utara Nomor 63 Tahun 2012.

Proses pembebasan seluruh lahan untuk jalan arteri atau non-tol sepanjang 14,5 kilo meter itu direncanakan sudah tuntas sebelum akhir Juni 2012.

Bila proses pembebasan lahan belum juga selesai, Tim P2T Pemkab Deli Serdang akan melakukan konsinyasi atau menitipkan dana pembebasan lahan tersebut ke pengadilan.

Dia membenarkan, pembangunan jalan arteri Bandara Kuala Namu terkendala karena sebagian warga yang lahannya terkena proyek tersebut meminta dana ganti rugi melebihi NJOP maupun dana uang pindah yang diberlakukan pemerintah.

“Selama ini sebagian warga yang mendiami eks HGU PTPN 2 meminta nilai ganti rugi sebesar NJOP,” ucap dia.

Safrullah menambahkan, pembangunan jalan arteri akan terus dikerjakan dan direncanakan selesai sebelum akhir tahun 2012.

Keberadaan ruas jalan arteri tersebut sangat dibutuhkan untuk mendukung operasional Bandara Kuala Namu yang proses pembangunannya telah mencapai sekitar 82 persen.

Akses jalan non-tol menuju Bandara Kuala Namu itu seyogyanya akan dibangun empat lajur dengan dua arah. Or-12

1 ping

  1. Dave

    .

    thanks.

Leave a Reply