• Nasdaq :3557.036-31.769 - -0.89%
  • UK Main Index :6710.31+35.57 - +0.53%
  • Australian All Ords :5515.500+13.300 - +0.24%
  • Australian 200 :5531.000+13.200 - +0.24%
  • AUS VS USD :0.9259
  • USD VS JPY :102.525
  • USD VS IDR :11630.00
  • WP Stock Ticker
Temui kami di: feed rss facebook twitter google+
|

Politisasi

PEJABAT publik sudah tidak punya rasa malu dan merasa hina melakukan akal-akalan untuk mendapatkan uang (korupsi) demi ambisi pribadi. Sehingga kapan saja selalu memanfaatkan kesempatan mengumpulkan uang untuk kepentingan tertentu.

Tertangkap atau tidak oleh aparat hukum, hanyalah tergantung keahlian memanfaatkan posisi yang bisa diplot sebelumnya dengan akal-akalan. Terutama pada saat ramainya tokoh mempersiapkan diri maju ke Pemilukada, kecurangan menjadi langganan.

Sehingga Pemilukada  tidak bisa lepas dari politisasi di birokrasi untuk mempersiapkan calon dan sekaligus pemenangannya. Bentuk-bentuk politisasi birokrasi antaralain dilakukan mutasi jabatan, menggantikan orang-orang sepaham untuk menggalang dana menyukseskan sang tokok berkuasa agar menang di Pemilukada karena tampil dengan modal yang cukup.

Selain itu paling sering ditemukan, adalah penggunaan sumber daya negara untuk kepentingan pemenangan kandidat yang sebagian besar masih berkuasa di daerah. Penggunaan APBN dan APBD dijadikan dorongan untuk peningkatan popularitas di Pemilukada yang terkenal sangat mahal.

Tidak terkecuali proyek-proyek multiyears yang menghabiskan APBD cukup besar dimanfaatkan untuk mendapatkan uang dengan  modus melalui pemberian fee kontraktor yang dimenangkan pejabat berkepentingan atau melalui modus lain untuk kepentingan tebar pesona.

Termasuk penerbitkan izin -izin pembangunan dan apa saja yang bisa digarap, dilakukan oleh tokoh yang berkuasa memenuhi pundi-pundi menuju sukses di Pemilukada. Sehingga potensi uang negara yang lenyap dengan berbagai cara bisa ratusan miliar, bahkan triliun rupiah, dilakukan sang tokoh yang masih berkuasa saat ingin maju ke Pemilukada.

Maka, masyarakat daerah ini yang sedang bersiap menghadapi Pemilukada Gubsu harus jeli dan sigap melakukan tindakan saat ada gejala, dan terbetik kabar ada politisasi birokrasi menggalang dana pemenangan Pemilihan Gubernur Sumatera Utara. Awas!

facebook twitter

You must be logged in to post a comment Login