«

»

5.000 Ton Beras Berkutu Masuk Sumut, Pemasok Terancam 5 Tahun Penjara

Ilustrasi.Ist

Ilustrasi.Ist

 

PENGURUS Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Sumatera Utara menegaskan beras yang berkutu sangat berbahaya bagi kesehatan masyarakat.

“Beras yang berkutu itu harus dihindari dan jangan sampai beredar di masyarakat untuk menjaga hal-hal yang tidak diinginkan di kemudian hari,” kata Ketua YLKI Sumatera Utara (Sumut) Abubakar Siddik di Medan, Selasa (12/2).

Ditemukannya beras berkutu itu, menurut dia, saat Anggota DPD RI asal Provinsi Sumut Parlindungan Purba melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Kapal Motor (KM) Tanto Anda yang sedang membongkar muatan beras berkutu di dermaga 103 Ujungbaru Pelabuhan Belawan.

Sebanyak 5.000 ton beras milik Bulog yang didatangkan dari Parepare, Sulawesi Selatan, masuk lewat Pelabuhan Belawan direncanakan untuk alokasi beras miskin (raskin) ke sejumlah daerah di Sumut.

Abubakar mengatakan, Bulog harus bertindak secara arif dan bijaksana dan tidak menerima beras bermasalah seperti itu.

Beras berkutu itu tidak sama kualitas dan rasanya dengan beras yang biasa dibeli konsumen.

“Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBOM) Medan diharapkan secepatnya turun ke lapangan untuk meneliti beras berkutu dan jangan sampai menimbulkan dampak negatif terhadap masyarakat,” ucap dia.

Dia mengatakan, masyarakat juga diminta perlu lebih teliti dan hati-hati dan jangan sampai tertipu membeli beras berkutu tersebut.

Membuat Efek Jera

Selain itu, kata Abubakar, memasarkan beras berkutu pada masyarakat melanggar pasal 62 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.

“Pelanggaran terhadap UU Perlindungan Konsumen itu, ancaman hukumannya maksimal 5 tahun penjara dan denda Rp2 miliar. Masyarakat harus menghormati peraturan hukum tersebut,” ujarnya.

Dia minta Disperindag Sumut harus bekerja ekstra keras untuk mengawasi gudang-gudang yang diduga menimbun beras berkutu atau busuk dan praktik yang tidak terpuji ini harus secepatnya dihentikan.

“Pihak kepolisian juga diharapkan dapat merazia penjual beras yang bermasalah dan bagi yang ketahuan harus diproses secara hukum, sehingga dapat membuat efek jera bagi mereka,” kata Abubakar. Ant

Leave a Reply