«

»

Abraham Samad di Medan, Banyak Kasus Korupsi di Daerah ‘Tenggelam’

FOTO 6

 

Medan-ORBIT: Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad (foto) rupanya menyadari betul penanganan kasus dugaan korupsi di sejumlah daerah di Indonesia masih jauh dari harapan.

Bahkan diakuinya, tak jarang penanganan kasus yang dilakukan oleh pihak kejaksaan maupun kepolisian sering hilang ditelan bumi atau dipetieskan.

“Jika tidak diawasi dengan ketat dan disupervisi secara terus menerus oleh KPK, sering kasus yang ditangani di daerah hilang bak ditelan bumi, tenggelam tidak tahu ke mana,” ujar Abraham Samad saat jumpa pers pada kegiatan Third APEC Senior Officials’ Meeting (SOM III) And Related Meetings, di Hotel Santika Medan, Senin (24/6).

Meski begitu ungkap dia, KPK secara terus menerus-menerus melakukan supervisi dengan kepolisian dan kejaksaan di daerah untuk mengusut tuntas kasus-kasus korupsi yang ada.

“Dengan penyidik yang berjumlah 50 orang rasanya tidak mungkin kita mengusut kasus korupsi dari Sabang sampai Marauke, makanya kita melakukan kordinasi supervisi dengan kedua lembaga hukum itu,” tegasnya.

Selain itu, ungkap Abraham, maraknya praktik suap, gratifikasi dan uang pelicin di kalangan pemerintah dan bisnis, KPK agar mendorong sektor swasta, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) serta Civil Society Organization (CSO) menerapkan prinsip-prinsip good corporate governance.

“KPK ingin melibatkan sektor swasta untuk melakukan pencegahan gratifikasi korupsi. Sektor swasta dilibatkan untuk membrantas korupsi di Indonesia,” ujarnya.

Abraham menyatakan dalam kegiatan workshop APEC di Medan ini, merupakan langkah awal KPK untuk menyentuh sektor swasta untuk memberantas korupsi.

“Hal itu ada dalam UU nomor 31 tahun 1999 jo UU No 20 Tahun 2001 tentang Tipikor dimana terkait Pegawai Negeri dan Penyelenggara negara,” jelasnya.

Diterangkannya lagi dalam hal ini belum ada regulasi yang mengatur tentang uang pelicin.

“Penyuapan dan gratifikasi merupakan delik yang muncul atas asas supply. Pengusaha itu ingin urusannya lancar dan cepat,” katanya.

Karena itu, kata Abraham peran swasta sangat penting dalam pencegahan korupsi.

“Hal ini penting untuk menciptakan lingkungan bisnis yang bersih dan transparan dan akuntabel. Sebab korupsi dan penyuapan mendorong praktek persaingan yang tidak adil dan berdampak pada aspek perekonomian suatu bangsa,” pungkas dia. Or-12

Leave a Reply