«

»

Alumni, BEM dan Mahasiswa STAIS Dukung Anasri Hakim, Polisi Didesak Tangkap Oscar

Medan-ORBIT : Alumni, BEM, dan mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Sumatera (STAIS) Medan, mendukung penuh kepemimpinan Drs H Anasri Hakim dan H Suhaidi, Lc MA, serta Drs H Nafiah MA, sebagai pengurus dan pembina Yayasan Perguruan Tinggi Islam Sumatera Utara (YPTISU) Medan, yang mengelola STAIS Medan.

Mereka juga menolak kehadiran Oscar Cs, dan mendukung Polisi mengusut kasus dugaan penggelapan asset yayasan yang dilakukan Oscar.

“Anasri Hakim itu adalah pendiri STAIS. Jadi, dia yang paling berhak memimpin STAIS itu. Lagi pula STAIS ini maju seperti sekarang ini karena Pak Anasri dan orang-orangnya jujur dalam memimpin, “ tegas Drs. Ali Nafiah, alumni STAIS Medan, kepada wartawan, kemarin. Ali Nafiah didampingi  Elias Manik, Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STAIS Medan dan Kustanto, Kosma Semester VIII Reguler A, serta Safriandi Siregar, Kosma Semester VIII Reguler B.

Menurut Ali Nafiah, sejak berdirinya STAIS Medan pada 1968, Anasri Hakim telah mengeluarkan banyak dana dan keringat dalam upaya membangun STAIS, sampai akhirnya STAIS bisa membangun kampus sendiri  di Jln.Denai Gg.Pendidikan No.7, Medan Denai Medan.

Sementara Oscar itu hanya anak salah seorang pendiri yang tak pernah tahu perkembangan STAIS. “ Sekarang STAIS sudah besar, kok tiba-tiba Oscar Cs mengaku-ngaku miliknya,” tambahnya.

 

Desak Kepolisian

Pada kesempatan itu Ali Nafiah juga berharap agar kepolisian segara menangkap dan mengsut kasus dugaan penggelapan mobil dan surat tanah yang diduga dilakukan Oscar. Sebab, mobil dan tanah tersebut dibeli dari uang kuliah mahasiswa, bukan dri uang keluarga Oscar.

“Seharusnya, Oscar itu punya rasa malu. Lebih baik Oscar menyerahkan asset yayasan itu, sebelum mahasiswa bertindak, “ cetus Ali Nafiah.

Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STAIS Medan, Elias Manik dan Kosma, Kustanto serta Safriandi juga mendukung upaya yang dilakukan Anasri Hakim dalam membangun dan mengembangkan STAIS Medan.

Menurut ketiganya, selama ini setiap hari Anasri Hakim dan orang-orangnya tetap hadir di kampus STAIS, baik dalam mengajar maupun pembenahan kampus. Sedangkan Oscar Cs, tidak ada yang mengenalnya di kampus STAIS, sebab mereka datang ke kampus saat ada kepentingannya saja. Mereka itu tak pernah memikirkan kemajuan kampus dan mahasiswa, makanya mahasiswa tak ada yang kenal dengan mereka, “ ujar Elias Manik.

 

Dilaporkan ke Polresta Medan

Sebelumnya, Yayasan Perguruan Tinggi Islam Sumatera Utara (YPTISU) Medan, melaporkan dan mengadukan Oscar SE ke Polresta Medan, karena diduga kuat menggelapkan asset YPTISU berupa sebuah mobil Kijang dan surat tanah yayasan.

Laporan tersebut tertuang dalam surat YPTISU bernomor:021/Pengurus-YPTISU/VI/2013 tanggal 10 Juni 2013 yang ditujukan kepada Kapolresta Medan, ditandatangani Anasri Hakim sebagai Ketua dan H.Suhaidi,Lc,MA sebagai Sekretaris.

Menurut ketua Pengurus YPTISU Medan, Drs.H. Anasri Hakim, YPTISU dulu bernama Yayasan Perguruan Tinggi Islam Sumatera (YPTIS) Medan. Namun, sejak tanggal 20 Mei 2013, selaku Pendiri YPTIS, Drs.H.Anasri Hakim membekukan kepengurusan YPTIS Medan. Ini sesuai suratnya ke Menteri Hukum dan HAM RI bernomor:020/Pen/YPTIS/V/2013. “ Karena ada ketidakberesan, maka dibekukan”, kata Anasri Hakim.

Selanjutnya, ujar Anasri Hakim, ia membentuk kepengurusan baru berdasarkan Akte Notaris No.10 tanggal 24 Mei 2013 yang dibuat oleh Notaris Harmaini SH di Medan, yang juga telah dilaporkan ke Menteri Hukum dan HAM RI. Dalam kepengurusan baru itu, Oscar SE tidak termasuk di dalamnya.

Nah, YPTIS Medan memiliki asset sebuah mobil Toyota Kijang BK 1047 EU tahun 1993 atas nama Yayasan Perguruan Tinggi Islam Sumatera (YPTIS) Medan. Selama bertahun-tahun mobil tersebut dipakai oleh Oscar SE tanpa mandat atau surat penyerahan asset dari pengurus kepadanya. “ Dulu mobil itu diambilnya dengan alasan akan memperpanjang STNK, tapi sampai sekarang belum dikembalikannya, “ tegas Anasri Hakim.

Pengurus YPTISU, lanjut Anasri, telah berkali-kali meminta agar mobil tersebut dikembalikan. Terakhir kali pada 9 Juni 2013 lalu. Namun, tokh Oscar SE tak mau mengembalikannya, bahkan dengan lantang Oscar menyebut dirinya adalah keluarga Mayor Jenderal.

Tak Cuma itu, kata Anasri Hakim, Oscar SE juga diduga kuat telah menggelapkan surat tanah atas nama YPTIS yang terletak di jln. Denai Gg.Pendidikan No.7 Medan, yang menjadi kampus II Sekolah Tinggi Agama Islam Sumatera (STAIS) Medan. “ Awalnya,  tiga tahun lalu dia menawarkan jasa untuk mengurus sertifikat tanah tersebut ke BPN Medan, tapi sampai sekarang surat tanah tersebut tak nampak, “ kata Anasri Hakim.

Sementera itu, saat dikonfirmasi wartawan melalui telepon selulernya di nomor 085275528XXX kemarin, Oscar menyebutkan tidak ada hubungan hukum antara dirinya dengan YPTISU. Malah Oscar menuding Anasri Hakim dan kawan-kawannya ingin merampas asset YPTISU dan mencampurkan urusan pembina, pengurus, pengawasa yayasan Perguruan Tinggi Islam Sumatera Utara yang didirikan tahun 1968 yang sudah berbadan hukum sampai saat ini. Or-10

Leave a Reply