bennerorbit

«

»

Bandara Polonia Pindah ke Kualanamu Pemko Medan Kehilangan PAD Rp2 M

Bandara Kualanamu, Ist

Bandara Kualanamu, Ist

 

Medan-ORBIT: Rencana pemerintah untuk memindahkan operasional Bandara Polonia Medan ke Kualanamu akan membawa dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi terutama di daerah tujuan.

Namun hal itu menyisakan cerita sedih bagi Kota Medan karena harus kehilangan sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) di tahun 2013.

Kota Medan akan kehilangan PAD bersumber pajak parkir dari parkir kendaraan di Bandara Polonia Medan yang selama ini menyumbang Rp90 juta hingga Rp100 juta per bulan dan dalam setahun mencapai Rp1,2 miliar.

“Jadi total sumber PAD lain dari Polonia jika diperkirakan akan hilang seluruhnya Rp2 miliar lebih,” kata Kepala Dinas Pendapatan Kota Medan, HM Husni kepada Harian Orbit, Rabu (3/4).

Selain pajak parkir, Kota Medan juga terancam kehilangan sumber PAD lain seperti izin operasional taksi bandara yang dikelola Pusat Koperasi Angkatan Udara (Puskopau) dengan izin dari Dinas Perhubungan Kota Medan.

Seperti diketahui, untuk izin operasional taksi Bandara Kualanamu akan ditenderkan oleh Dinas Perhubungan Sumut untuk izin operasi taksi layanan Angkutan Umum Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP).

“Armada taksi Bandara Polonia saat ini sebanyak 100 unit dikelola oleh Puskopau. Dengan retribusi (KPS) taksi sebesar Rp30.000 per unit taksi per tahun, artinya Rp3.000.000 untuk 100 unit taksi dari Puskopau per tahun masuk ke Pemko. Kita kehilangan sekitar Rp12 juta retribusi rutin,” ujar Kadis Perhubungan Kota Medan Renward Parapat ditemui terpisah.

Renward menegaskan, pihaknya bersama Dispenda Medan tengah mencari potensi lain yang dapat dijadikan sumber PAD di Polonia meskipun bandara pindah ke Kualanamu.

”Kita sedang menggali potensi lain dari Polonia. Saat ini sedang kita pelajari UU, Perda dan aturan lain yang dapat dijadikan rujukan untuk menarik retribusi itu,” ujarnya.

Sementara itu, menurut Kepala Bappeda Kota Medan Zulkarnain, perpindahan bandara komersil dengan frekuensi penerbangan mencapai 120 pesawat dalam sehari di Bandara Polonia ke Bandara Kualanamu membawa dampak positif pada pembangunan.

 

Operasional April 2013

Pembangunan di Kota Medan tidak lagi dibatasi pada jarak ketinggian bangunan seperti sebelumnya.

“Jarak ketinggian bangunan tidak lagi dibatasi. Begitu pula dengan kawasan Kecamatan Medan Polonia yang dalam RTRW Kota Medan 2011-2031 dan Master Plan Kota Medan termasuk dalam kawasan pusat prekonomian kota,” ungkapnya.

Pengembangan pusat prekonomian Medan Polonia, kata Zulkarnain, akan lebih maksimal dengan beragam dampak perekonomian masyarakat dan kota secara menyeluruh.

Jika sebelumnya inti kota menjadi pusat, perekonomian dengan tingginya pergerakan masyarakat, kemungkinan akan diperluas hingga ke Medan Polonia.

“Dampak positifnya, pusat prekonomian baru akan menjadi pusat keramaian atau pusat pergerakan dan aktivitas masyarakat yang baru juga. Kemungkinan Medan Polonia akan menjadi wilayah yang menyedot aktivitas ekonomi kota terbesar yang baru,” ujarnya.

Seperti diketahui, Dirut AP II Tri S Sunoko menyatakan operasional Bandara Kualanamu akan dimulai pada September tahun ini.

“Memang sebelumnya, kita targetkan operasional Kualanamu dimulai pada akhir Maret atau April 2013. Namun aksesibilitas berupa jalan akses utama ke Kualanamu belum juga selesai. Untuk itu, kita yakin, September tahun ini Kualanamu sudah bisa beroperasi penuh,” pungkas Tri. Om-14

Leave a Reply