«

»

Bintatar Diduga Terlibat Korupsi Rp4 T, Berniat Jadi Cagubsu Dari PDI-P

Ilustrasi.Ist

Ilustrasi.Ist

 

Medan-ORBIT: Mantan General Menager (GM) PLN Pikitring Suar Bintatar Hutabarat berniat jadi calon Gubernur Sumatera Utara (Sumut).

Melalui partai Banteng Gemuk (PDI-P), Bintatar diketahui telah mengambil formulir pendaftaran. Selain Bintatar, ada dua nama lainnya, yakni Bupati Serdangbedagai T Erry Nuradi dan mantan Sekdaprovsu RE Nainggolan.

Munculnya nama Bintatar Hutabarat memang bukan hal mengejutkan. Pasalnya, saat dugaan korupsi itu terkuak ke publik November 2011, elemen rakyat menduga ada niat Bintatar untuk maju dalam pertarungan Cagubsu dengan uang yang diduga hasil korupsi proyek PLN Pikitring Suar.

Informasi dihimpun Harian Orbit, Senin (23/4), dugaan korupsi proyek PT PLN Pembangkit dan Jaringan Sumatera Utara Aceh Riau (Pikitring Suar) senilai Rp4 triliun diduga kuat dalam kasus ini diduga melibatkan GM PLN Pikitring Suar Bintatar Hutabarat, ketua panitia Ir Indra Maha dan kontraktor PT Maju Jaya Abadi Utama.

Kasus itu telah dilaporkan elemen masyarakat ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Menanggapi hal itu, Direktur Jala Tipikor Sumatera Utara (Sumut), Anshari Senin (23/4), mengingatkan partai Banteng Gemuk (PDI-P,red) untuk tidak mengakomodir pencalonan Bintatar.

“Kalau tidak ingin ‘karam’, PDI-P harus menolak keinginan Bintatar menjadi Cagubsu menggunakan perahu partai bentukkan Mega ini,” tegasnya.

Anshari menilai, kredibilitas dan integritas Cagubsu jadi modal utama. Masyarakat menurut dia, tidak lagi bisa dibodohi karena saat ini penyebarluasan informasi dapat diakses kapan saja.

Karena itu dia khawatir, dugaan korupsi senilai Rp4 triliun yang terus mengemuka ke publik akan meruntuhkan impian banteng gemuk untuk jadi penguasa di Sumut.

“Dugaan korupsi Bintatar itu memang belum berkekuatan hukum. Tetapi elemen masyarakat sudah melaporkannya ke KPK,” tegasnya.

Sementara dari keterangan Sekretaris PDI Perjuangan Sumut Muhammad Affan di Medan, Senin (23/4), partai banteng gemuk itu belum menentukan calon yang akan diusung dalam Pemilugubsu.

“Kita masih membuka pendaftaran hingga 27 Juni 2012,” terang Affan yang juga menjabat Wakil Ketua DPRD Sumut.

Uang Digunakan Untuk Cagubsu

Diketahui, Kordinator Konsorsium Masyarakat Anti Korupsi Sumatera Utara (KMAKSU), Sugiat Santoso menduga, mulusnya permainan proses tender PLN Pikitring Suar dikarenakan adanya dugaan persekongkolan antara Bintatar Hutabarat dengan anggota DPR RI Effendy MS Simbolon yang juga merupakan ipar kandung dari Bintatar.

Dipaparkan, mayoritas perusahaan yang menjadi pemenang dalam proyek itu bukan berasal dari perusahaan daerah yang ada di Sumut, Aceh dan Riau.

“Mayoritas perusahaan yang diluluskan bukan perusahaan daerah, melainkan perusahaan dari Jakarta. Padahal perusahaan di Sumatera Utara masih banyak yang memiliki kompetensi di bidang yang ditawarkan,” ujar Sugiat.

Dia mensinyalir keberpihakan Bintatar Hutabarat tentu mempunyai motif tertentu atas perusahaan yang berasal dari Jakarta tersebut.

“Dan rakyat Sumut harus menggalang mosi tidak percaya bila Bintatar ikut dalam pencalonan gubsu pada pilgubsu 2013,” tegasnya.

Sebelumnya, Gerakan Rakyat Penyelamat Harta Negara (Gerphan) sebagai pelapor kasus itu, mendesak KPK segera melakukan suvervisi penyidikan kasus tersebut.

Hal ini perlu dilakukan, mengingat besarnya kerugian negara dalam kasus ini. Koordinator Gerphan Wilayah Sumut Drs Didhin Mahidin mengatakan dalam pertemuan dengan ketua panitia lelang Ir Indra Maha dan pihak kontraktor yang merupakan pemenang tender, ada menyebutkan nama anggota DPR RI komisi VII berinisial MP.

Namun belum diketahui sejauh mana keterlibatan oknum anggota DPR RI. Tidak tertutup kemungkinan pihaknya akan meminta klarifikasi kepada yang bersangkutan, bahkan kemungkinan akan melaporkan hal tersebut ke badan kehormatan DPR RI.

Bintatar Hutabarat, yang dikonfirmasi beberapa waktu lalu terkait keinginanannya maju menjadi Cagubsu membantahnya. Dia menegaskan masih fokus pada pengabdiannya di  PT PLN.

“Itu kan menurut Harian Orbit saja. Terimakasih, semoga Harian Orbit menjadi pelopor media pemberita yang jujur dan bernurani,” ujarnya singkat. Om-36

Leave a Reply