«

»

Buang Limbah ke Parit, Hentikan Pabrik PT Socfindo

Labuhanbatu-ORBIT: Keberadaan PT Socfindo Negeri Lama Seberang, Kabupaten Labuhanbatu disoal DPRD. Informasi dikumpulkan Harian Orbit, hingga Rabu (5/10), diketahui perusahaan itu diduga membuang limbah pabrik ke parit. Kini parit yang dijadikan sebagai lokasi aliran limbah cair warnanya sudah mirip aspal hotmix (hitam).

Melihat perosalan itu, Komisi D DPRD Kabupaten Labuhanbatu mendesak Bupati Tigor Panusunan Siregar segera mengeluarkan rekomendasi menghentikan kegiatan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PT Socfindo Negeri Lama Seberang, Kabupaten Labuhanbatu.

Desakan ini dipicu karena perusahaan itu tak menghiraukan ketentuan pembuangan limbah cair sesuai ketentuan yang dikeluarkan Badan Lingkungan Hidup (BLH) Labuhanbatu atas rekomendasi Kementerian Lingkungan Hidup.

“Limbahnya langsung dialirkan ke parit seterusnya bermuara ke Sungai Bilah yang berada Negeri Lama Seberang. Kemudian limbah dari pabrik dan kolam limbah ditengarai sengaja dipompa ke parit yang ada di areal kebun PT Socfindo,” kata Ketua Komisi D DPRD Labuhanbatu Dahlan.

Dijelaskan, pembuangan limbah perusahaan tersebut sudah sejak 2010 lalu. Masalahnya, kadar limbah TSS, COD dan BOD yang dibuang ke sungai selalu di atas baku mutu.

Artinya, perusahaan telah melanggar ketentuan yang ditetapkan Kementerian Lingkungan Hidup No 51/Men LH/ 10/1995. Sementara hasil pemeriksaan BLH Kabupaten Labuhanbatu untuk tahun 2011 triwulan pertama, PKS PT Socfindo diketahui membuang limbah dengan kadar BOD sebesar 146,8. Artinya masih di atas baku mutu yang ditentukan pemerintah.

Sedangkan untuk triwulan ke II parameter TSS sebesar 291, limbah COD hingga 372,96 dan BOD mencapai 164,3. Sesuai ketentuan pemerintah parameter limbah cair yang boleh dibuang ke sungai untuk TSS maksimal 250, COD 350 dan BOD 100.

 

Hentikan Kegiatan Pabrik

“Jadi ketiga jenis parameter limbah cair milik PKS PT Socfindo masih di atas baku mutu yang ditetapkan Kementerian Lingkungan Hidup,” bebernya.

Sebagai bukti lain, kata Dahlan, sesuai hasil pemeriksaan contoh limbah terakhir milik PT Socfindo 8 Juni 2011 lalu dilakukan BLH Labuhanbatu

Dalam berita acaranya ditemukan parit disekitar perusahaan berada di areal perkebunan, limbah yang dibuang tetap di atas baku mutu. “Maka itu kita meminta bupati untuk menghentikan operasional PKS milik PT Socfindo untuk mencegah pencemaran yang lebih luas lagi,” ungkapnya.

Wakil Ketua DPRD Labuhanbatu Aminuddin Manurung juga mengakui persoalan penangan limbah PKS PT Socfindo tidak dikelola dengan baik. Parit yang dijadikan sebagai lokasi aliran limbah cair diperusahaan itu sudah mirip seperti aspal hotmix.

“Makanya, kita meminta bupati supaya memberikan tindakan tegas terhadap perusahaan itu. Saya sendiri setuju supaya diberi sanksi tegas. Kita juga akan mengundang manajer perusahaan untuk dilakukan dengar pendapat,” ucapnya.

Sedangkan Anggota Komisi D lainnya, DPRD Ali Akbar Hasibuan mengatakan, pihaknya sudah meninjau pembuangan limbah cair milik PT Socfindo pada 29 September 2011 lalu.

Kemudian mereka mengundang pihak perusahaan dan BLH Kabupaten Labuhanbatu untuk dengar pendapat. Hasil rapat menetapkan dilakukan peninjauan ke lapangan.

 

BLH Sudah Tegur

“Di sinilah sama-sama disaksikan sistem pembuangan limbah yang dilakukan perusahaan sangat parah. Parit-parit yang ada di lahan perusahaan itu mirip seperti jalan aspal hotmik karena limbah itu sudah mengeras di bagian permukaannnya,” terang Ali.

Kepala Bidang Pengawas Lingkungan Hidup Pemkab Labuhanbatu Ngarak Karokaro mengaku, pihaknya sudah melakukan teguran beberapa kali terhadap PKS PT Socfindo. “Tapi kalau usulan Komisi D DPRD itu untuk menghentikan kegiatan operasional perusahaan bisa-bisa saja, nanti kita rapatkan bersama bagaimana selanjutnya,” ucapnya.

Asisten Kepala PKS PT Socfindo Toni ketika dikonfirmasi mengatakan dirinya tidak dapat memberikan komentar atas temuan anggota DPRD tersebut.“Maaf pak kalau itu, tidak bisa saya komentari,” tandasnya.Od-25

Leave a Reply