bennerorbit

«

»

Bupati Simalungun JR Saragih Terjerat 4 Kasus

 

Medan-ORBIT: Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Sumut, Komisaris Besar (Kombes) Pol Raden Heru Prakoso buka suara soal kasus dugaan korupsi melibatkan Bupati Simalungun JR Saragih (foto).

Kepada Harian Orbit Kamis (23/2), Heru menegaskan dugaan korupsi yang diduga menyeret-nyeret orang nomor satu di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Simalungun tersebut sebanyak empat kasus.

Yakni, dugaan suap Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Simalungun, Robert Ambarita sebesar Rp50 juta, dugaan suap kepada hakim Mahkamah Konstitusi (MK) sebesar Rp1,5 miliar dan dugaan kolusi JR Saragih dengan Ketua DPRD Simalingun, Binton Tindaon, untuk mengalihkan dana intensif para guru non PNS sebesar Rp1.276.920.000 miliar.

Kasus lainnya adalah dugaan penyelewengan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Simalungun Tahun 2010 senilai Rp48 miliar yang juga telah dilapor ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) oleh anggota DPRD Simalungun, Bernhard Damanik. “Semua kasus itu prosesnya terus berjalan,” ungkapnya.

Namun, lanjutnya, khusus insentif guru non PNS dan gaji guru dalam proses pendalaman dalam tahap lidik (penyelidikan, red). Kita juga telah memanggil orang-orang yang diduga mengetahui kasus tersebut,” tegasnya.

Disinggung mengenai dugaan korupsi insentif guru dan gaji guru juga melibatkan Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Simalungun, Albert Sinaga,
Heru menjawab, bisa saja kadisdik Simalungun tersebut dipanggil.

“Nanti semuanya dipanggil. Artinya, karena ini proses pendalaman maka semua yang terkait akan diminati keterangan,” tegasnya lagi.

Di bagian lain, Heru menerangkan ada beberapa kasus dugaan korupsi lainnya yang ditangani Polda Sumut. Antara lain menyangkut dugaan korupsi di salah satu Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Kabupaten Asahan, dimana sudah dilakukan proses pemanggilan dan pemeriksaan terhadap salah seorang kepala dinas (Kadis) dan mantan kadis di Pemkab Asahan.

Kemudian, kasus dugaan korupsi di Kabupaten Padang Lawas (Palas) dan beberapa kasus dugaan korupsi lainnya. Sedangkan itu, Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dir Reskrimsus) Polda Sumut, Kombes Pol Sadono Budi Nugroho yang dikonfirmasi Harian Orbit membenarkan hal itu.

“Ya benar, kita ada terima laporan dugaan korupsi yang terjadi di Simalungun. Itu akan terus didalami, dan nanti akan dimulai dari masalah insentif guru dan tunjangan sertifikasi guru itu,” jawabnya. Om-16

Leave a Reply