«

»

Dana Insentif 6.000 Guru Tak Dicairkan

Asahan-ORBIT: Dana insentif untuk peningkatan kesejahteraan guru yang bersumber dari APBD Pemprov Sumut dan APBD Kabupaten Asahan 2011 tak cair.

Informasi dikumpulkan Harian Orbit, hingga Rabu (14/9), diketahui dana insentif tersebut diperuntukan bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan dan non PNS mulai dari tingkat TK hingga SLTA berjumlah 6.000 orang.

Bagi PNS dana insentif yang diterima Rp60.000 per orang. Sedangkan non PNS menerima Rp25.000 per orang. Bila ditotal dengan jumlah keseluruhan maka dana yang belum cair senilai Rp510 juta.

Salah seorang guru swasta  bernama Ruslan, mengatakan tidak ada kepastian dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat untuk pembayaran dana insentif itu.

“Kita bingung apakah dana ini memang masih ada atau tidak, karena tidak ada kabar sama sekali dari Pemkab,” ujar Ruslan. Dikatakan, dana kesejahteraan itu sesuai dengan petunjuk teknis (juknis) seharusnya telah dicairkan pada Juni 2011 dengan sistem pembayaran per semester.

Namun hingga September pekan kedua, dana tersebut belum juga disalurkan. Padahal guru di daerah ini sangat berharap meski nilai bantuan tersebut kecil, tapi sebaiknya bisa segera dikucurkan.

“Memang nilainya kecil tapi terus terang bagi kami bantuan ini sangat berarti apalagi bagi guru-guru swasta seperti kami,” ujarnya.
Di Kas Daerah

Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Dasar (Dikdas) Pemkab Asahan, Herlis saat dikonfirmasi mengaku dana insentif guru masih tertahan di kas daerah. Dana ini belum bisa disalurkan karena terganjal proses birokrasi. “Anggarannya masih ada, namun belum bisa kita salurkan karena masih dalam proses,” ujarnya.

Menurutnya ada dua alokasi anggaran untuk dana kesejahteraan para guru tersebut yakni masing-masing dana insentif untuk guru PNS dan non PNS mulai dari tingkat TK hingga SLTA yang bersumber dari dana bantuan daerah bawahan (BDB) APBD Sumatera Utara sebesar Rp60.000 per bulan serta dana insentif bagi guru non PNS dari dana APBD Asahan sebesar Rp 25.000 per bulan.

Kedua anggaran ini masih belum disalurkan oleh Pemkab. Keterlambatan pembayaran untuk insentif ribuan guru tersebut bukan disengaja. Pemkab Asahan terganjal terlambatnya juknis ke daerah dari pemerintah provinsi. “Juknis ini baru kita terima pada akhir Juli lalu,” sebut dia.

Keterlambatan pencairan dana ini juga disebabkan oleh proses validasi data. Sebab setiap tahun data jumlah guru yang berhak menerima selalu berubah. Setiap tahun terjadi pertambahan guru yang berhak menerima dana ini .“Insya Allah pekan keempat September ini dana tersebut mulai disalurkan,” kata dia. Od-25

Leave a Reply