• Nasdaq :3534.532+1.446 - +0.04%
  • UK Main Index :6625.25+41.08 - +0.62%
  • Australian All Ords :5444.800+32.200 - +0.59%
  • Australian 200 :5454.200+33.900 - +0.63%
  • AUS VS USD :0.9327
  • USD VS JPY :102.425
  • USD VS IDR :11420.00
  • WP Stock Ticker
Temui kami di: feed rss facebook twitter google+
|

Demoralisasi

IJAZAH merupakan simbol kompetensi seseorang setelah melalui proses pendidikan dan pengajaran sesuai ketentuan yang berlaku. Problemnya sekarang ini adalah sejauh mana sistem pengamanan ijazah agar sedini mungkin terbebas dari pemalsuan. Atau banyaknya  orang yang menggunakan ijazah dan gelar yang tidak berhak.

Fenomena demoralisasi pendidikan nasional muncul dengan ijazah palsu yang banyak beredar. Pelakunya pejabat dan aparat negara yang merasa punya duit dan ingin mendapatkan karir lebih baik. Sebelumnya tidak mengenyam pendidikan, lalu mengurus ijazahnya dengan akal-akalan dan membayar. Maka saat mencalonkan diri ke Pemilukada dan Pileg atau sesudah menjadi pejabat sering  terbongkar.

Kejahatan pemalsuan ijazah ini terdapat banyak cara untuk melakukannya. Dari kacamata kriminologi, setiap tindak kejahatan selalu ada pola dan teknik yang disebut modus operandi. Kejahatan pemalsuan ijazah modusnya sudah direncanakan jauh hari oleh pelakunya untuk kepentingan tertentu.

Pemalsuan ijazah dan penggunaannya merupakan bentuk perbuatan tercela, merupakan pelanggaraan hukum yang diatur dalam undang-undang hukum pidana. Sehubungan dengan sistem managemen nasional pada tataran administrasi negara, pemalsuan ijazah menjadi tanggungjawab Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Luarbiasa jika orang-orang di Dinas Pendidikan yang malah memalsukan ijazah. Artinya dibutuhkan political will pemerintah  untuk mewujudkan reformasi birokrasi yang segera menindaklanjuti bentuk-bentuk pemalsuan ijazah melibatkan oknum Dinas Pendidikan.

Sekaligus diperlukan membangun kemitraan masyarakat dan aparat pemerintah serta penegak hukum dalam mewujudkan menghapus cara-cara memalsukan ijazah. Upayakan segera menindak tegas aparat Dinas Pendidikan yang terlibat pemalsuan ijazah, agar masyarakat ikut patuh terhadap hukum dengan menjauhkan diri dari tidak kejahatan pemalsuan ijazah.

facebook twitter

You must be logged in to post a comment Login