«

»

Diduga Serobot Tanah Rakyat, Tindak PT Jaya Baru Pertama

Medan-ORBIT: Persoalan tanah seluas 237,24 hektar (ha) milik masyarakat yang dikuasai  PT Jaya Baru Pertama muncul ke permukaan. DPRD Langkat memutuskan lahan itu harus dikembalikan kepada rakyat.

Informasi dihimpun Harian Orbit, hingga Senin (26/3), lahan seluas 237,24 ha itu berada di Desa alur Cempedak, Kabupaten Langkat. DPRD Langkat sebenarnya telah memutuskan lahan itu murni milik raklyat. Namun hingga saat ini PT Jaya Baru Pertama belum mengembalikan lahan itu.

Kepala Desa Alur Cempedak, Surya Darma mengatakan masyarakat sudah mendapatkan surat pernyataan kepemilikan dan pemenangan dari Panitia Khusus (Pansus) Pertanahan DPRD Langkat pada 23 Juni 2011. Akan tetapi, PT Jaya Baru Pertama hingga saat ini belum juga mengembalikan lahan itu kepada warga Desa Alur Cempedak.

Surya menjelaskan pemenangan itu diterima berdasarkan bukti-bukti yang masyarakat miliki. “Yakni berupa surat dan batas patok-patok yang dulunya dibuat,” kata Surya kepada Harian Orbit.

Surya menjelaskan, dalam surat tersebut juga dijelaskan PT Jaya Baru Pertama tidak memiliki Surat Hak Guna Usaha (HGU) sesuai dengan keterangan Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Langkat. Bahkan, HGU itu pun tidak bisa diperlihatkan pada Rapat Pansus Pertanahan pada 15 Juni 2011.

“Salam surat keputusan DPRD Langkat itu menjelaskan PT JBP selama beroperasi  dan melaksanakan kegiatan usaha perkebunan sudah berlangsung dari tahun 1984 namun tidak memiliki HGU,” terang Surya.

Selain itu, PT JBP hanya memiliki izin prinsip pada tahun 2010. Sehingga kelalaian yang dilakukan selama menjalankan kegiatan usaha perkebunan tersebut harus mendapat sanksi.

Disamping itu, PT JBP juga diminta agar melakukan mediasi dengan kelompok masyarakat Desa Alur Cempedak agar segera mengembalikan tanah yang menjadi milik masyarakat.

“Kami juga meminta kepolisian, kejaksaan, pengadilan dan Pemkab  Langkat agar proaktfif dalam penyelesaian masalah pertanahan. Kami minta agar PT JBP ditindak tegas,” tukas Surya. Om-27

Leave a Reply