«

»

Dishut Pakpak Bharat Telantarkan Aset

Pakpak Bharat–ORBIT: Proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hydro (PLTMH) 2008, di Desa Lae Langge Namuseng, Kecamatam Sitellu Tali Urang (STTU) Jehe Kabupaten Pakpak Bharat, makin tak jelas keberadaannya.

Pembangunan proyek listrik ini disebut-sebut menggunakan dana APBD tahun 2008 senilai Rp 948.000.000, di Dinas Kehutanan Perkebunan Pertambangan dan Lingkungan Hidup (Dishutlintam) Pakpak Bharat. Elemen masyarakat minta aparat hukum telusuri kasus tersebut.

Informasi diperoleh Harian orbit, semula pembangunan PLTMH tersebut di alokasikan kepada warga Lae Rambung sebanyak 20 KK, warga Namuseng 66 KK dan ke rumah ibadah dan perkantoran milik pemerintah.

Namun sangat ironis, pembangunan Listrik Tenaga Micro Hydro yang menghabiskan dana hingga ratusan juta tersebut, hanya dapat berfungsi sekitar tiga bulan akibat disambar petir, sehingga listrik tersebut dibiarkan rusak.

Sementara alat-alat listrik seperti generator dan kabel sepanjang 2000 meter tidak diketahui keberadaannya.

 

Dibiarkan Mubajir

Kasi Monitoring Pemanfaatan Hasil Hutan Dishutlintam Pakpak Bharat Bahrum Sihotang Amd Spd kepada Harian Orbit Jumat (14/9) di Salak mengatakan, setelah listrik tersebut selesai dikerjakan Dishutlintam Pakpak Bharat sampai mengalami kerusakan, dinas tersebut tidak melakukan pengawasan.

Akibatnya peralatan dan beberapa komponen listrik tersebut tidak diketahui keberadaanya.

“Memang kerusakan listrik tersebut sempat diperbaiki Dinas Kehutanan, tapi tidak dapat lagi berfungsi seperti semula akibat debit air tidak sesuai dengan kapasitas turbin yang memproduksi 300.000 watt,” katanya.

Informasi yang sampai kepada saya melalui masyarakat, survey debit air dilakukan pada saat musim penghujan dan lokasi tempat generator telah dipindahkan, tambah Sihotang.

Terkait itu, Ketua Forum Masyarakat Peduli Aset dan Keuangan (FMPAK) Dairi Pakpak Bharat YT Manik menanggapi, Dinas Kehutanan Perkebunan Pertambangan dan Lingkungan Hidup Kabupaten Pakpak Bharat, seharusnya dapat merawat dan menjaga asset negara tersebut, sehingga tidak ditelantarkan begitu saja.

“Asset negara tersebut harus dapat dipergunakan dan diselamatkan, bukan malah ditelantarkan, jangan hanya dibuat tapi tidak dapat berfungsi, malah mubajir,” ujar Manik. Od-SpM