• Nasdaq :3566.429-22.375 - -0.62%
  • UK Main Index :6674.74-7.02 - -0.11%
  • Australian All Ords :5502.200+35.100 - +0.64%
  • Australian 200 :5517.800+38.500 - +0.70%
  • AUS VS USD :0.9286
  • USD VS JPY :102.275
  • USD VS IDR :11630.00
  • WP Stock Ticker
Temui kami di: feed rss facebook twitter google+
|

Distribusi BLBU Ditunda, Pengadaan Benih Dikucurkan dari Percut Seituan

Medan-ORBIT : Penundaan distribusi benih ditunda karena kualitas yang kurang bagus. Itu sebabnya semua benih yang bermasalah ditarik secara keseluruhan untuk Program Bantuan Langsung Benih Unggul (BLBU) tahun 2012.

Benih tersebut akan diganti oleh PT Hidayah Nur Wahana selaku pendistribusi BLBU untuk wilayah Sumatera non Lampung. Untuk pegadaan benih nantinya, dari total 3.500 ton yang akan didistribusikan di Sumatera Utara (Sumut), 1.000 ton diantaranya berasal dari petani penangkar yang ada di Dusun VII, Desa Tanjung Rejo, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deliserdang, dengan nilai hampir Rp 6 miliar.

Hal itu kata Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian Sumut, John Albertson Sinaga, Jumat (13/7), mengatakan ini merupakan tindak lanjut dari hasil kunjungan Rombongan Komisi IV DPR RI yang dipimpin Herman Khaeron yang juga Wakil Ketua Komisi IV, pada 27 Juni lalu. Dari kunjungan tersebut ditemukan benih yang kualitasnya kurang baik. Namun begitu, distributor, PT Hidayah Nur Wahana akan menggantinya.

“Benih yang kurang bagus ditarik semua, maka itu kami mengharapkan kepada seluruh kabupaten penerima BLBU kalau menerima benih yang kurang bagus, sesegera mungkin melaporkannya, biar penangannya juga dilakukan secara cepat,” katanya.

Untuk diketahui, benih BLBU yang disalurkan tersebut antara lain padi non hibrida sebanyak 3.500 ton ke 25 kabupaten/kota. Padi lahan kering 35 ton ke 4 kabupaten, yakni Deliserdang, Langkat, Tapanuli Selatan, dan Phakpak Barat. Kemudian jagung hibrida sebanyak 108 ton untuk 25 kabupaten/kota, kedelai sebanyak 320 ton untuk 12 kabupaten/kota.

Dikatakannya, dalam peninjauan itu, dilakukan pengujian terhadap benih yang sudah didrop oleh PT Hidayah Nur Wahana ke kabupaten, di antaranya Kabupaten Simalungun, dan Deliserdang. Dalam pengujian itu, terdapat benih apung dan kotor. Intinya, lanjutnya, jika benih yang dikirim oleh PT Hidayah Nur Wahana tidak diterima oleh kabupaten, akan ditarik. Kabupaten yang menolak benih dan sudah ditarik yakni Nias Utara sebanyak 70 ton, Nias Barat 30 ton dan Nias Induk 60 ton.

“Pada dasarnya dari kunjungan tersebut menghasilkan kesimpulan bahwa PT Hidayah Nur Wahana harus menyalurkan benih sesuai dengan standar yang dikeluarkan pemerintah seperti daya tumbuh mencapai 80%, kadar air 11 – 12 persen, kotoran 2 persen dan bebas dari campuran benih lain (CBL) dan kemasan juga harus menarik,” sebut John.

Selain itu, yang lebih penting adalah bahwa PT Hidayah Nur Wahana harus mengambil benih dari petani penangkar di Sumut, khususnya untuk distribusi di Sumut. Ini dikarenakan benih dari lokal sudah terjamin dari sisi kemampuan adaptasi terhadap iklim serta kualitasnya baik. “Kita punya penangkar benih padi yang kualitasnya bagus, ini harus diberdayakan,” katanya.

Dikatakan John, saat ini sudah dilakukan kerja sama antara PT Hidayah Nur Wahana dengan penangkar benih di Dusun VII, Desa Tanjung Rejo, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang sebanyak 1.000 ton. Nilai dari kontrak pengadaan benih tersebut mencapai Rp 6 miliar. “Siapa sangka uang sebesar itu bisa beredar di desa kecil di Percut Sei Tuan, dan itu untuk benih padi, harapannya ini bisa memberikan semangat baru bagi para penangkar benih kita,” ungkapnya.

Penangkar benih padi di Dusun VII, Desa Tanjung Rejo, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Legino, membenarkan hal tersebut. Ketua Penangkar Benih Sumut ini mengatakan, dalam kerjasama ini pihaknya harus menyediakan sebanyak 1.000 ton benih padi. Kerja sama untuk pengadaan tersebut senilai Rp 5,8 miliar. “Saat ini belum produksi, karena panen baru akan bisa terjadi pada bulan Agustus mendatang,” tambahnya. Om-27

facebook twitter

You must be logged in to post a comment Login