bennerorbit

«

»

DPRK Asel Minta Usut

Bantuan ternak Sapi Rp300 Jt di Meukek Sarat Masalah

Tapaktuan-ORBIT: Bantuan pembudidayaan ternak sapi kepada kelompok tani (poktan) di Padang Kawat Gampong Ladang Tuha Kecamatan Meukek, menguak ke permukaan. Diduga, bantuan bersumber APBN 2011 Rp300 juta itu sarat masalah.

Informasi dihimpun Harian Orbit, Rabu (23/5), kasus itu terungkap dari dua anggota DPRK Aceh Selatan, Muhizar dan Syahril daerah pemilihan (Dapil) Meukek-Sawang.

Menurut mereka bantuan itu dikelola dari Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Aceh. Bekerjasama dengan Dinas Pertanian dan Peternakan Aceh Selatan, untuk diserahkan kepada kelompok tani.

Menurut mereka, kelompok tani yang menerima yaitu kelompok tani (Poktan) Padang Kawat Gampong Ladang Tuha Kecamatan Meukek. Namun bantuan ternak sapi tersebut masih dibawah umur.

“jadi bantuan ini tidak sesuai bestek dan diduga terdapat penyimpangan spek, “ kata Muhizar.

Muhizar meminta pada pihak dinas terkait untuk dapat meninjau ulang kembali keapsahan bibit ternak yang masih di bawah umur itu.

“Bisa dikatakan, belum layak untuk dijadikan ke induk sebagaimana yang diharapkan,” paparnya.

Muhizar juga meminta penegak hukum segera mengusut dugaan penyimpangan tersebut.

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Kapernak) Aceh Selatan, Ir Darman dihubungi mengakui ada bantuan sosial (Bansos) berupa ternak sapi kepada salahsatu kelompok tani, Padang Kawat Gampong Ladang Tuha Kecamatan Meukek, sebanyak 30 ekor.

Dikatakan Darman, dana itu bersumber dari APBN 2011. Dia memperkirakan satu ekor harganya Rp6.000.000. Dikalikan 30 ekor dengan jumlah dana keseluruhannya Rp180.000.000.

 

Belum Lihat

Kemudian ditambah dana pembuatan kandang, Bak Permentasi, alat mesin UPO dan roda tiga.

Disinggung dugaan penyimpangan, Darman mengatakan tidak ada permasalahan dengan informasi itu. “ Yang penting ternaknya ada, kemudian umurnya lengkap. Besar kecilnya, itu tak masalah,” ujarnya menirukan perkataan pihak dinas terkait di provinsi.

Sementara Panitia Pelaksana Kegiatan PPK Dinas Petanaian dan Peternakan Aceh Selatan, Bustamimengakui bantuan itu tanpa ditenderkan. Bantuan itu diserahkan langsung  kepada kelompok yang bersangkutan.

Kemudian disinggung ada indikasi tidak sesuai spek, Bustami,  membantah tudingan tersebut. Dikatakan Bustami, spek cukup sesuai aturan.

Pertama jumlah ternak sapi dibantu 30 ekor dan berumur 18 bulan. Kemudian uang itu langsung masuk kerekening kelompok dan tidak nyangkut di dinas.

“Yang beli ternak sapi itu langsung dibeli oleh ketua kelompok bersangkutan,” ungkap Bustami.

Namun saat disinggung apakah Bustami pernah melihat ternak tersebut, Bustami mengatakan tidak pernah melihatnya. On-44.

Leave a Reply