• Nasdaq :3534.532+1.446 - +0.04%
  • UK Main Index :6625.25+41.08 - +0.62%
  • Australian All Ords :5444.800+32.200 - +0.59%
  • Australian 200 :5454.200+33.900 - +0.63%
  • AUS VS USD :0.9333
  • USD VS JPY :102.421
  • USD VS IDR :11427.50
  • WP Stock Ticker
Temui kami di: feed rss facebook twitter google+
|

Dugaan Korupsi Bansos Rp1,2 T, M Syafii dan Hasbullah Harus Tersangka

Ilustrasi.Ist

Ilustrasi.Ist

 

Medan-ORBIT: Kasus dugaan korupsi dana Bansos tahun 2011 senilai Rp1,2 triliun terus bergulir. Kendati Kejatisu sudah menetapkan delapan orang tersangkanya, namun belum menindak pemain utamanya.

Informasi dihimpun Harian Orbit hingga Minggu (20/5), praktisi hukum menilai, Mantan Kabiro Keuangan Syafii dan mantan Kabiro Binsos Hasbullah Lubis dinilai paling bertanggung jawab, dan harus dijadikan tersangka.

Hal itu ditegaskan praktisi hukum, Rina M Br Sitompul SH kepada Harian Orbit. Menurutnya, kedua orang tersebut yang paling bertanggung jawab soal penyelewengan dana Bansos tersebut.

“Oknum pejabat yang paling berkompeten dan berkuasa dalam proses administrasi dan pecairan dana Bansos, seperti mantan Kepala Biro Binsos Drs H Hasbullah Lubis dan mantan Kabiro Keuangan, Drs M Syafii harus diikutkan sebagai tersangka,” ujar Rina M Br Sitompul.

Menurut Rina yang juga pengacara dari Law Office Mawaddah and Associate Medan, dalam penanganan kasus dugaan korupsi dana Bansos Rp1,2 triliun ini, terlihat ada kejanggalan-kejanggalan.

Kejanggalan yang dimaksud Rina soal penanganan kasus dugaan korupsi dana Bansos tahun anggaran 2009, 2010 dan 2011.  “Saat itu merupakan era Kepala Biro Keuangan Syafii, Kepala Biro Binsos Hasbullah dan Biro Perekonomian Bangun Oloan Harahap,” ungkapnya.

Sementara Sakhira Zandi menjabat Kepala Biro Binsos menggantikan Hasbullah ditetapkan terhitung sejak 16 Juli 2011.

“Tetapi kenapa justeru Sakhira Zandi yang hanya tenggang waktu lebih kurag 5,5 bulan, terjaring sebagai tersangka. Sementara Hasbullah yang cukup lama berkuasa di Binsos itu ternyata tidak terjaring,” tanya Rina heran.

Belum Dipanggil

Menurut Rina, soal tidak ditetapkannya Syafii dan Hasbullah menjadi tersangka, Kejatisu harus memberikan sejumlah alasan yang detail.

“Dengan menjelaskan alasan yang logika, mudah-mudahan masyarakat dapat megerti,” ujar Rina.

Sama halnya menyangkut bendahara Biro Umum, Subandi, bendahara Binsos A Faisal, baru lebih kurang 5-6 bulan menjabat bendahara, tetapi justeru mereka yang ditetapkan sebagai tersangka dan sudah ditahan.

Sementara Aminuddin dan Syawaluddin yang sudah cukup lama menjabat bendahara belakangan dijadikan sebagai tersangka. Bahkan mereka ini belum dipanggil untuk diperiksa dan belum ditahan.

Diberitakan sebelumnya, dari delapan tersangka yang ditetapkan, tersangka lainnya Syawaluddin MAP, Aminuddin, Bangun Oloan Harahap belum menjalani pemeriksaan dan belum ditahan.

Sementara AF, UK, S, dan Adi Sucipto sudah menjalani pemeriksaan dan ditahan. Om-24.

facebook twitter

You must be logged in to post a comment Login