«

»

Dugaan Korupsi DAK Simalungun Rp83,6 M ke Kejatisu

Medan-ORBIT: Dugaan korupsi anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) di Dinas Pendidikan Pemkab Simalungun senilai Rp83,6 miliar dilapor ke Kejaksaan Tinggi Sumut (Kejatisu).

Informasi dikumpulkan Harian Orbit hingga Selasa,( 2/8) laporan itu disampaikan Lembaga Peduli Pendidikan  Bangsa (P2B), Saidin Yusuf YP. “Kami minta Kajati segera membentuk tim Khusus mengusut kasus ini, “ ujar Ketua  P2B Saidin Yusuf YP.

Dikatakan,  anggaran DAK tahun 2007,2008 dan 2009 diduga diselewengkan yakni,  proyek pengadaan peningkatan mutu buku dan alat peraga.  “Diduga dananya menguap  sekitar Rp 83.680.586.000, “ katanya.

Kata Saidin, berkas laporan mereka ke Kejatisu, juga ditembuskan ke Jamintel dan Jampidsus Kejagung.  Menurutnya, dugaan penyimpangan itu terjadi karena pelaksanaannya tidak sesuai Juknis (petunjuk tekhnis) pelaksanaan DAK.

Tender Rekayasa

Dia mengungkapkan, berdasarkan Juknis dana harus dikelola sendiri lepala sekolah dan Komite Sekolah. Tapi, faktanya,  diduga ada arahan pejabat Pemkab atau Disdik Simalungun. Di samping pelaksanaan  lelang, diduga tender sarat rekayasa untuk memenangkan rekanan tertentu.

“Penawaran  juga diduga dilakukan di atas 96 persen dari pagu anggaran, pada hal  penawaran selalu di bawah 80 persen dari pagu anggaran, “ ucapnya.

Menurut Saidin, DAK Tahun Anggaran (TA) 2007 di Simalungun sebesar  Rp23,163 miliar tambah 10 persen dana pendampingi APBD sehingga mencapai Rp25,25 miliar.

Diduga kata dia, pelaksanaannya tidak sesuai Juknis sehingga tidak menggunakan seluruh dana sesuai jumlah sekolah penerima DAK di Simalungun, kerugian yang timbul diperkirakan Rp16.561.545.000.

Lalun DAK TA  2008 sebesar Rp36,296 miliar tambah 10 persen dana pendampingi dari APBD sebesar Rp39,925 miliar.  Cara pengelolaan DAK diduga menyimpang,  kerugian yang ditimbulkan diperkirakan Rp25, 951 miliar.

Selanjutnya, DAK TA 2009 di Simalungun sebesar Rp46,007 miliar tambah dana pendamping APBD 10 persen  sehingga mencapai Rp50,684 miliar. Kerugian yang ditimbulkan diperkirakan  mencapai Rp32,945 miliar. Menurut Saidin, total kerugian dalam pengelolaan DAK 2007,2008-2009 ditaksir Rp83,680 miliar.

Menanggapi hal itu, Kasipenkum Kejatisu, Edi Irsan K Tarigan SH  saat  dikonfirmasi mengatakan, belum mengetahui masuknya laporan dugaan penyimpangan DAK
Simalungun itu.

”Saya belum baca, nanti saya ceking, “ katanya. Biasanya proses  laporan masuk  ke Kejatisu, menurutnya,  melalui sekretariat bagian Tata Usaha. Kemudian diteruskan ke  pimpinan untuk selanjutnya turun petunjuk menindaklanjutinya. “Setiap laporan akan diteiti dulu apa layak atau tidak ditindaklanjuti  sesuai aturan yang berlaku,” tegasnya.  Om-15

Leave a Reply