• Nasdaq :3591.796+34.76 - +0.98%
  • UK Main Index :6703.00+28.26 - +0.42%
  • Australian All Ords :5515.500+13.300 - +0.24%
  • Australian 200 :5531.000+13.200 - +0.24%
  • AUS VS USD :0.9257
  • USD VS JPY :102.3465
  • USD VS IDR :11600.00
  • WP Stock Ticker
Temui kami di: feed rss facebook twitter google+
|

Dugaan Korupsi Dinkes Langkat Terbongkar

Ilustrasi.Ist

Ilustrasi.Ist

 

Langkat-ORBIT: Tabir dugaan korupsi di Dinas Kesehatan (Dinkes) Langkat terbongkar. Informasi dikumpulkan Harian Orbit, hingga Selasa (27/3), dugaan korupsi itu tidak terlepas dari campur tangan Kadinkes Langkat Herman Sadek.

Apalagi bila merujuk bahwa Herman merupakan Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) yang harus bertanggungjawab dalam setiap penggunaan anggaran.

Selain Kadinkses, kasus dugaan pemotongan 13 persen alokasi dana Biaya Operasional Kesehatan (BOK) juga menyeret Kepala Sub Bagian (Kasubag) Dinkes Widya Kusuma.

Kemudian, Kepala Bidang Kesehatan Yankes bernama Ponidi juga diterpa badai korupsi, yakni

pemotongan dana dari klaim Jaminan Persalinan (Jampersal) sebesar Rp 50.000 per paket. Bahkan untuk tahun 2012 pemotongan alokasi dana Jampersal diduga meningkat sebesar Rp 90.000, per paketnya.

Selain kedua kasus tersebut, Dinkes juga disinyalir melakukan pemotongan dana insentif kelancaran tugas dokter dan paramedis yang berdinas di berbagai Puskesmas di lingkungan Dinkes Langkat.

Dalam pemotongan itu, Kepala Puskemes (Kapus) dituding ikut terlibat memanipulasi data petugas piket dengan petugas medis dan dokter jaga malam. Fakta itu mendekati kebenaran, karena baru-baru ini terungkap di Puskesmas Stabat yang diduga melibatkan dr Hasbi.

Menurut Aktivis Lembaga Perlindungan Hak Asasi Manusia (LP-HAM)  Langkat, Syahrial dugaan korupsi di Dinkes Langkat tidak sampai di situ. Kata dia, penggunaan dana askes senilai ratusan juta rupiah hingga kini tidak diakui Dinkes sebagai belanja serta pertanggungjawaban yang juga terindikasi di mark-up.

“Proyek fisik tahun 2011 diduga juga banyak bermasalah. Di antaranya pembangunan rumah dinas oknum Kadinkes di kecamatan Stabat serta dua unit pustu (Puskesmas Pembantu) di Kecamatan Salapian dan Sei Bingei,” ungkap Syahrial.

Dikatakan Syahrial, dalam proyek itu diduga kuat melibatkan oknum Pejabat Pembuat Teknis Kegiatan (PPTK) dan panitia pengadaan yang disetir oknum Kasubag Keuangan Dinkes Langkat.

Di bagian lain Syahrial menerangkan, pihaknya telah melakukan audensi ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Stabat agar kasus itu segera dilakukan pengusutan.

“Kita sudah beraudensi ke Kejari dan meminta Kadinkes Herman Sadek dan jajaranya segera diusut bila terdapat bukti dalam kasus itu,” katanya.

Menutnya, dalam audensi itu, Kajari  H Asep Nanan Mulyana, SH, M.Hum kata dia, menyatakan komitmennya terhadap pengungkapan kasus-kasus korupsi yang terjadi  di Langkat termasuk kasus dugaan korupsi di lingkungan Dinkes.

“Pada prinsipnya kami akan memroses setiap bentuk pelanggaran sesuai dengan bukti-bukti dan koridor hukum yang berlaku, yang benar tetap benar, dan yang salah tetap salah,” Ujar Syahrial menirukan ucapan Kajari Asep Nanan Mulyana.

Syahrial juga mendorong agar Bupati Langkat Ngogesa Sitepu segera mencopot Kadinkes Herman Sadek dan jajarannya diduga terlibat korupsi tersebut.

“Kita berharap bupati segera mencopot Herman Sadek dan jajaranya diduga terlibat korupsi,” tegasnya. Od-58

facebook twitter

You must be logged in to post a comment Login