• Nasdaq :3595.151+38.115 - +1.07%
  • UK Main Index :6703.00+28.26 - +0.42%
  • Australian All Ords :5515.500+13.300 - +0.24%
  • Australian 200 :5531.000+13.200 - +0.24%
  • AUS VS USD :0.9256
  • USD VS JPY :102.325
  • USD VS IDR :11645.00
  • WP Stock Ticker
Temui kami di: feed rss facebook twitter google+
|

Dugaan Korupsi Distan Sumut, Kejati Sumut Didesak Periksa Kadis M Roem

Medan-ORBIT: Kepala Dinas (Kadis) Pertanian Sumatera Utara (Sumut) Ir M Roem dibelit berbagai dugaan korupsi. Elemen masyarakat mendesak agar aparat penegak hukum segera melakukan pengusutan.

Informasi dihimpun Harian Orbit, Senin (13/8), dugaan korupsi berjamaah di Distan Sumut terjadi pada Tahun Anggaran (TA) 2009-2010.

Di antaranya, pengadaan bantuan alat pertanian kepada petani untuk mendukung peningkatan produk dan produksi pertanian.

Yaitu, hand traktor sebanyak 27 unit dengan pagu anggaran Rp1 miliar diduga tidak sesuai spek yang dianggarkan. Kemudian, petani yang mendapatkan bantuan  dimintai upah perjalanan Rp5-7 juta.

Selain itu, dugaan mark-up belanja pakaian dinas harian dan pakaian khusus hari-hari tertentu. Selanjutnya, dugaan mark-up belanja kenderaan oprasional roda empat eselon III tahun 2009 dan 2010, yang terdiri dari mobil kabid dan kepala Unit Pelayanan Terpadu (UPT) senilai Rp2 miliar.

Lalu, dugaan mark-up rehap pagar pengamanan halaman kantor, renovasi ruangan kerja staf kantor yang dianggarkan setiap tahun mulai dari tahun 2009, 2010 hingga 2011 diduga fiktif.

Ada lagi, yakni dugaan korupsi renovasi gedung kantor UPT Balai Penyelidik Penyakit Hewan BPTPH (Balai Perlindungan Tanaman Pangan dan Hortikultura) I tahun anggaran 2009.

Dugaan korupsi pengadaan benih padi non hibrida Rp70.000/kilogram. Selanjutnya, dugaan korupsi pengadaan benih padi dan palawija dalam program peningkatan produktifitas pangan Sumut TA 2010.

Lalu dugaan korupsi peningkatan produksi tanaman jagung dibeberapa kabupaten/kota TA 2009-2010, di antaranya kabupaten Karo, Samosir, Tapanuli Utara, Tapanuli Selatan dan Kabupaten Simalungun.

Selain itu, dugaan korupsi pada pengadaan alat Atimic Absorption Spectphotometer (AAS) TA 2010 senilai Rp1,8 miliar.

Di samping itu, dugaan korupsi pada kegiatan renovasi gedung kantor BPTPH I Medan TA.2010 senilai Rp1 miliar yang diduga sarat permaian dan tidak sesuai dengan spesifikasi teknis kerjanya.

Selanjutnya indiksi mark-up anggaran biaya oprasional kenderaan roda dua petugas pengamat hama penyakit (PHP) pada UPT BPTPH tahun anggaran 2010 senilai Rp248,4 juta diduga digelembungkan dana oprasional tersebut.

Melaporkan Kasusnya Langsung ke KPK

Belum lagi, dugaan korupsi pada kegiatan penerapan Sekolah Lapangan Pengendalian Hama Terpadu (SLPHT) pada tanaman holtikutura TA 2010 senilai Rp300 juta diduga anggaranya digelembungkan. Dan dugaan korupsi pada panjar kegiatan APBN 2011 senilai Rp36.020.000 yang juga diduga fiktif.

Menyikapi hal itu, Ketua lembaga Aliansi Masyarakat Patuh Hukum (Ampuh) Sumut Syarif Lubis, meminta agar Ir M Roem dan kroni-kroninya segera diperiksa.

“Kami meminta agar Kejati Sumut jemput bola atas kasus dugaan korupsi di Distan Sumut itu. Kita harap M Roem segera diperiksa, atas keterlibatan dugaan korupsi itu,” kata Syarif.

Laki-laki yang kerap disapa Acil Lubis ini juga mengaku sudah berulang kali mendatangi Kejati Sumut meminta agar kasus itu diusut, namun dia kecewa karena hingga saat ini tidak ada tindak lanjut sama sekali.

“Padahal kasus setahun lalu sudah dilaporkan, tapi sampai saat ini M Roem dan kroni-kroninya tak kunjung dipanggil untuk diperiksa. Bila usai lebaran kasus ini tidak digubris, kami akan melaporkan kasusnya langsung ke KPK,” ucapnya. Om-14

facebook twitter

You must be logged in to post a comment Login