«

»

Dugaan Korupsi LTE GT-12 PLN Belawan, Setelah Albert Tersangka Kontraktor Bakal Diperiksa

Medan-ORBIT: Setelah Kejaksaan Agung (Kejagung) menetapkan mantan GM PLN Pembangkit Sumatera Bagian Utara, Albert Pangaribuan tersangka, menyusul kontraktor penyedia barang dan jasa dalam proyek bakal diperiksa.

Hal itu dikatakan Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung,  Adi Togarisman, kepada Harian Orbit, Rabu (10/10). Dia menuturkan, tim penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejagung, segera memeriksa kontraktor pengadaan barang dan jasa Life Time Extention (LTE) Major Overhouls Gas Turbine (GT-12) PLN Sektor Pembangkit Belawan.

“Benar para kontraktor pengadaan barang dan jasa kita periksa. Semua yang terkait dengan proyek unit pembangkit GT – 12 PLN Pembangkit Belawan kita akan periksa,” kata Togarisman.

Ditanya berapa orang dan siapa nama kontraktor yang diperiksa. Togarisman tidak bersedia menyebutkan. ” Maaf ya, saya tidak bisa saya sebutkan namanya. Jelasnya semua kontraktor pengadaan barang dan jasa kita periksa,” katanya.

Menurut informasi diperoleh, tim penyidik Kejagung akan periksa para kontraktor pengadaan barang dan jasa, diantaranya, MSH (PT. Primakarsa Gemilang), IJ (PT. Prayojana Karya), CA (CV. Yamika Utama), JP ( PT.Mackela), Z (Cv. Prima Niarta), E (PT. EMKL), H ( CV. Wahana Antartika), MH5 (CV. Sira Perkasa ), HWM (PT. Maju Abadi Jaya Utama)  dan EI ( CV. Bobby Ananda Pratama ).

Dan diperkirakan, penyidik juga akan periksa kontraktor pengadaan jasa PT. PLN Pembangkit Jawa Bali Service (PT. PJBS) dan PT. Sulzer Turbine Indonesia. Kedua perusahaan itu ditenggarai melanggar UU 18 Tahun 1999 tentang Jasa Konstruksi dan SK Direksi PLN Nomor : 313 Tahun 2007 karena melaksanakan kegiatan konstruksi (LTE) di lingkungan PLN.

Minta Keterangan Indra Jaya

Padahal kedua perusahaan itu tidak memiliki Sertifikat Badan Usaha ( SBU ), Sertifikat Keahlian ( SKA ) dan Surat Ijin Usaha Jasa Konstruksi ( SIUJK ). Akibatnya, pekerjaan tersebut yang dilakukan kedua perusahaan Pembangkit GT – 12 Belawan mengalami kerusakan dan penurunan daya.

Sebelumnya,  penyidik juga telah meminta keterangan mantan GM PT PLN KITSBU, Ir Albert Pangaribuan, Ir Misbachul Munir dan Ir Ikuten Sinulingga serta panitia tender dan pemeriksa mutu barang, Robert Mahyuzar, Fahmi Lubis dan M.Marbun.

Sedangkan dari para kontraktor pengadaan barang dan jasa penyidik juga telah meminta keterangan Indra Jaya, Direktur PT. Surya Kencana Energi, Bernardus S, Direktur PT. Pembangkit Jawa Bali Service, (PT. PJBS) PT. Sulzer Turbine Indonesia dan CEO PT. Siemens Indonesia.

Diketahui, kasus dugaan korupsi pembangkit PLN Belawan dilaporkan Ketua Asosiasi Kontraktor Kelistrikan Indonesia (AKKLINDO) Sumetara Utara, Drs Didhin Mahidin ke Jaksa Agung pada bulan April 2012.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Kejagung menerbitkan Surat Perintah Penyelidikan nomor; Print-52/F.2/Fd.1/05/2012 tanggal 9 Mei 2012,  yang ditandatangani oleh Drs Arnold BM Angkouw, SH, selaku Direktur Penyidikan. Or-08

Leave a Reply