• Nasdaq :3544.142+11.055 - +0.31%
  • UK Main Index :6625.25+41.08 - +0.62%
  • Australian All Ords :5444.800+32.200 - +0.59%
  • Australian 200 :5454.200+33.900 - +0.63%
  • AUS VS USD :0.933
  • USD VS JPY :102.419
  • USD VS IDR :11420.00
  • WP Stock Ticker
Temui kami di: feed rss facebook twitter google+
|

Dugaan Korupsi Pengadaan Alkes RSUD Tarutung Rp4,9 M, Dilapor ke Tipikor Polres Taput

Ilustrasi.Ist

Ilustrasi.Ist

 

Tarutung-ORBIT:Kasus dugaan korupsi pengadaan alat kesehatan (alkes) tahun 2009 senilai Rp4,950 miliar di Tapanuli Utara (Taput) bergulir ke ranah hukum.

Elemen masyarakat yang tergabung dalam LSM Badan Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi RI Taput, resmi melaporkan kasus tersebut ke unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polres Tapanuli Utara.

Laporan pengaduan yang diserahkan Ketua DPP LSM Badan Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi RI Harapan Sagala langsung diterima Kanit Tipikor Ipda Krisnat Napitupulu Rabu (13/2).

“Dalam waktu dekat, kita akan segera proses pengaduan ini. Tahap pertama kita akan mempelajari dulu laporan ini untuk kita kembangkan ke proses tahapan selanjutnya,” tegasnya.

Sementara Harapan Sagala mengharapkan indikasi korupsi dan mark-up harga barang pada kegiatan pengadaan alkes RSUD Tarutung yang diduga merugikan negara hingga Rp1,2 miliar harus segera dituntaskan.

“Jumlah kerugian negara sekitar Rp1,2  itu sesuai dengan analisa harga satuan barang untuk pengadaan alkes tahun 2009,” sebutnya.

Menurut Harapan, laporan pengaduan yang diserahkannya setebal enam lembar yang berisikan temuan temuan sebagai indikasi dugaan korupsi.

Seperti halnya penentuan Harga Per Satuan (HPS) satuan barang, harga yang ditentukan oleh panitia jauh lebih tinggi dari harga dipasaran, semisal untuk pengadaan mobil ambulan.

“Kita juga melampirkan hasil konfirmasi secara tertulis kepada pihak RSUD Tarutung terkait pengadaan alkes tersebut. Kita mengharapkan aparat segera memeriksa oknum yang terbukti terlibat untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya,” jelasnya.

Dikatakan Harapan, aroma indikasi korupsi pengadaan alkes yang telah lama menggerogoti RSUD Tarutung disaat masih dijabat Dr SP S Pd yang kini sudah pindah tugas ke RSU Adam Malik, Medan .

“EN merupakan Pimpinan Proyek  (Pimpro) dalam tender pengadaan Alkes tersebut dan PT Davindo Visi Lestari merupakan rekanan pemenang tender,” pungkasnya. Od-24

Keterangan Foto: Kanit Tipikor Polres Taput Ipda Krisnat Napitupulu sedang membaca laporan pengaduan dugaan korupsi alkes RSUD Tarutung yang diserahkan LSM BPPK RI .

facebook twitter

You must be logged in to post a comment Login