Dugaan Korupsi Unimed Rp138,8 M, Segera Panggil Rektor Unimed Ibnu Hajar
Medan-ORBIT: Dugaan korupsi di Universitas Negeri Medan (Unimed), Rp138,8 miliar diduga melibatkan Rektor Ibnu Hajar memasuki babak baru.
Kasi Penkum Kejatisu, Marcos Simare-mare ditemui Harian Orbit, Senin (14/5), menegaskan seluruh laporan tindak pidana korupsi pada dasarnya diproses termasuk di Unimed.
“Semua kasus korupsi baik dalam bentuk surat tertulis maupun demonstrasi harus diproses,” kata Marcos. Saat ini lanjutnya, Kejatisu sedang melakukan telaah terkait kasus dugaan korupsi diduga melibatkan Rektor Unimed Ibnu Hajar.
Jelas Marcos, hal itu sedang dianalisa untuk mengumpulkan barang bukti dugaan korupsi Unimed, siapa-siapa yang bakal terlibat dalam kasus itu.
Sedangkan pengamat pendidikan, Pahala Siahaan mengatakan, dugaan korupsi sebesar Rp138,8 miliar di Unimed jelas merupakan tindakan terburuk dan tidak bisa ditoleransi.
“Benar-benar memalukan jika benar dugaan korupsi terjadi. Kemungkinan besar sejumlah oknum Unimed terlibat dalam skandal tersebut. Aparat penegak hukum segera memanggil dan memeriksa semua terlibat termasud Rektor Unimed Ibnu Hajar,” imbuh Pahala.
Fitnah
Menurut dia, korupsi ibarat penyakit kanker yang menggerogoti nilai-nilai fundamental dunia pendidikan termaksud di Unimed. Meski korupsi bukan hal baru, tapi moral pendidikan hancur akibat oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab mengurus perguruan tinggi.
Sementara itu, Rektor Unimed, Ibnu Hajar yang dikonfirmasi Senin (14/5), membantah tudingan yang dilontarkan sejumlah elemen masyarakat. Dia menilai, isu yang dikembangkan itu adalah fitnah.
“Buat apa kita repot menanggapi itu. Semua kegiatan yang dibuat Unimed jelas dan tepat sasaran. Kalau tidak, sudah dari awal kita diperiksa oleh aparat penegak hukum. Semua laporan dapat kita pertanggungjawabkan,” tutur Ibnu.
Tudingan korupsi tersebut, menurut Ibnu, harus dilihat proporsi dalam bentuk apa. Dan lagi, tudingan tersebut tidak sesuai aturan. “Jadi buat apa pejabat negara Unimed mempersoalkan tersebut. Apalagi sampai melapor ke polisi karena pencemaran nama baik. Gak perlulah,” kata dia.
Item Korupsi
Sebagaimana diketahui, dugaan korupsi Unimed periode 2011 dengan nilai Rp138,8 miliar menyangkut pembangunan gedung perpustakaan yang menghabiskan anggaran Rp80 miliar, terindikasi menyimpang dalam proses tender.
Hal itu disampai Jaringan Masyrakat Pemerhati Pendididikan Sumatera Utara (Jimat Pemdiksu) saat melakukan unjukrasa di Kejatisu pekan lalu. Menurut Koordinator Jimat, Amsal Siregar, dugaan korupsi juga terkait pengadaan peralatan laboratorium FMIPA dan Ilmu Keolahragaan senilai Rp40 miliar.
Lalu pengadaan sarana dan prasarana Teknologi Informasi Komunikasi (TIK) senilai Rp1,8 miliar, diduga di mark-up.
Selanjutnya pengelolaan IMT-GT terkesan ditutup-tutupi. Kegiataan pengelolaan itu ditaksir menelan biaya Rp800 juta. Padahal untuk kegiatan tersebut banyak sponsor memberikan materi dan sebagainya, tapi ditemukan ada kejanggalan.
Karena diduga penggunaan uang tersebut tidak melalui proses tender sebagaimana mekanisme yang diatur oleh undang-undang. Itu sebabnya angka yang diajukan dalam kegiatan tersebut tidak sesuai anggaran. Sehingga terindikasi korupsi.
Jimat Pemdiksu juga menyoroti soal pengadaan jaket almamater mahasiswa luar kampus seperti Program Sarjana Kependidikan Bagi Guru Dalam Jabatan (PSKGJ). Dimana Kualitas harga tidak sesuai dengan mutu barang.
Karena dari bahan dan kualitasnya diperkirakan menelan biaya Rp65 ribu per jaket. Selain itu, diduga terjadi pungutan liar (pungli) senilai Rp130 ribu per mahasiswa dengan jumlah total Rp1,1 miliar. Artinya telah terjadi korupsi di Unimed. Om 30





Saya Berharap Birokrat Unimed segera di periksa oleh penegak Hukum biar Isu yang beredar tidak terlalu meluas yang pada akhir nya dapat menjaga kestabilitasan kawasan kampus.
Diam Ditindas atau Bangkit Melawan …
Saya Berharap Birokrat Unimed segera di periksa oleh penegak Hukum biar Isu yang beredar tidak terlalu meluas yang pada akhir nya dapat menjaga kestabilitasan kawasan kampus.
Diam Ditindas atau Bangkit Melawan
lanjut kan trussss…
selagi masih ada d atas…
halal kan segala cara buat ngumpulin harta sebnyak” nya…
abis tu tinggal nonton doank, goal pa ga??
Pemikir yang mengukir..
Terkadang tergelincir..
Mengalir menjadi bulir-bulir debu..
hanya raut senyum yang merayu..
penuh harap kepalsuan yg membelenggu..
hancur sudah pengagas carakter building…
yaa smoga yg pintar bz brfkir… n bedain mana baik n buruk..tanpa trpgaruh pihak” yg gag brtgg jwb,, yg g jls mksd’a..
pemikiran yang spekulaatif dan belum teruji,
bisa jadi provokasi atau pencemaraan nama baik,
tapi jika dugaan terbukti, teman2 bisa mengerti, betapa busuknya birokrasi UNIMED.
#mahasiswa Pendidikan Geografi Unimed 08.
Kebenaran terkadang bisa kalah,
tapi kebenaran tetap kebenaran tak kan pernah salah!
hati ni trasa hampa
Saya mahasiswa Unimed? Saya rasa semua itu kebohongan? karna saya mahasiswa MiPa unimed, saya liat pengadaan laboratorium sangat maksimal sekali.
yakin sudah maksimal?
mkn maksimal tapi ada penggelembungan harga….itu yg menjadi maslah bung
yakin sudah maksimal ??
korupsi sudah pasti ada di UNIMED, tapi mereka bak belut licin, bak kancil cerdik. dan bak harimau siap menerkam.. ini indonesia bung! sim salabim berkas koruptor hilang…
asoy bg….yg penting happy….ane juga kalo udah jadi pejabat mau korupsi….jgn sempat hidup di indonesia selama berpuluh2 tahun tak sempat memakan duit….dikit2 boleh lha….wkwkwkwkkwwk
opssss, korusi lagiiiii. mengapa harus korupsi? sementara rakyat banyak yang kelaparan… apakah akan jdi lebih baik jika korupsi? nyata tidak kan?
makanya gak usah korupsi deh, bikin repot aja,, iya gak?
letakanlah Kebenaran Pada Tempatnya, biar tidak terjadi kesalahan. *Dept. PTKP Himpunan Mahasiswa Islam (HMI).
aduuuhhhhhhhhhh……….
gmana mw menjadi negara yg makmur n sejahtera,,,
kalo karakter kita2 ajja belum benar!
masihkah kita NYAMAN dengan masuknya kita k dunia KORUPSI!
Hmmmm……..hati- hati dengan Bahaya Korupsi!
Aq bangga dengan Harian ORBIT, Semoga Semua Kasus Korupsi UNIMED Segera di bongkar Siapapun Dalangnya segera terungkap, Terus Maju dan Semangat Harian ORBIT.