Orbit Koran Digital Orbit Koran Digital
Menu
Search
Dugaan Penyerobotan Lahan Negara di Helvetia, Mujianto & Tamin ‘Menghilang’
Lahan PTPN2 yang dikuasi Mujianto/ Harian Orbit

Lahan PTPN2 yang dikuasi Mujianto/ Harian Orbit

 

Medan-ORBIT: Dua ‘tokoh’ sentral diduga dibalik penyerobotan lahan negara di Desa Helvetia Deliserdang Tamin Sukardi sulit ditemui.

Bak hilang ditelan bumi, dua tokoh kerap disebut taipan Sumut ini tiba-tiba menghilang. Sementara Harian Orbit terus berusaha melakukan konfirmasi terkait kasus itu.

Tamin Sukardi dan bos besar PT Agung Cemara Reality (ACR) Mujianto ditemui di kantornya, Senin (1/4), kembali tak menampakkan batang hidungnya.

Kasak-kusuk pun mulai terlihat ketika Harian Orbit menginjakkan kaki di kantor tersebut. Beberapa pegawai PT ACR yang dimintai keterangan soal keberadaan sang bos mengaku tidak mengetahui.

Tapi, Resepsionis PT ACR mengatakan, Mujianto sedang berada di luar kota. “Bapak sedang berada di luar kota. Tapi nanti akan saya sampaikan kepada bapak jika pulang,” kata resepsionis itu.

Diketahui belakangan ini PT ACR memang dihentakkan dengan kasus rumah toko (ruko) milik PT ACR yang ada di Dusun IV, Desa Helvetia Deliserdang.

Hampir sebagian besar pegawai PT ACR menyimpan tanya tentang kebenaran ketiadaan sertifikat dalam membangun ruko yang berjumlah 1.016 di Desa Helvetia tersebut.

“PT ACR sedang ribut-ribut soal berita indikasi penyerobotan lahan. Petinggi PT ACR juga mengaku bingung dengan validitas data yang akurat,” terang sumber Harian Orbit.

Tidak bertemu di kantor PT ACR, wartawan menghubungi Mujianto melalui 0811616XX. Namun nomor tersebut dalam kondisi tidak aktif.

Terpisah, orang yang disebut-sebut sebagai dalang penyerobotan lahan negara di lokasi tersebut, Tamin Sukardi juga belum membuka suara.

Kantor PT Merek Indah Lestari (MIL) Jalan Multatuli Medan terlihat sepi. Pekerja di sana mengaku tidak mengetahui keberadaan Tamin Sukardi yang juga pemilik Taman Simalem Resort tersebut.

“Mungkin bapak sedang ke luar kota bang. Kami gak tau pastinya,” kata pekerja yang tak menyebutkan identitas tersebut.

Akhir pekan lalu, konfirmasi kepada tamin Sukardi juga terkesan dihalang-halangi.

Salahsatu pegawai yang menjaga stand resepsonis menyatakan Tamin Sukardi sedang sibuk.

Kata pegawai itu, Tamin Sukardi sedang mengikuti rapat. “Bapak sedang Meeting Pak, bisa tunggu sebentar pak” jelasnya.

Namun lima menit berselang, datang juga pegawai yang lain. Namun pegawai itu berbeda keterangan dari pegawai sebelumnya.

“Saya cuma resepsonis di sini. Saya sangat mengetahui bapak (Tamin-red) ada atau tidak. Yang tadi hanya pegawai fotocopy. Bapak tidak berada di tempat,” ungkapnya berdalih.

 

Dapat Izin Pemkab

Indikasi penyerobotan lahan negara seluas 74 hektar di Dusun IV, Desa Helvetia, Deliserdang semakin terang tatkala PTPN 2 buka suara.

Kata Kepala Urusan Hukum PTPN 2 Kenney NP Sibarani, saat ini, lahan HGU PTPN 2 itu masih berstatus lahan negara dan tidak bisa diperjualbelikan.

Kennedy mengaku saat ini PTPN 2 mengajukan gugatan baru ke PN Lubuk Pakam sesuai dengan nomor 69 dan saat ini sedang diproses oleh PN Lubukpakam.

“Dasar PTPN 2 menolak eksekusi karena hingga saat ini surat eksekusi dari PN Lubukpakam belum diterima PTPN 2,” tegas Kennedy.

Tanah seluas 74 hektar di Jalan Serbaguna Ujung Dusun IV Desa Helvetia, Deliserdang semula digugat Ny Titin Kuniati Rahayu Cs dan dimenangkannya. Proses kemenangan itu diduga penuh intrik karena hingga saat ini belum ada izin pelepasan dari kementerian BUMN.

Diduga, Titin Kurniaty menggunakan surat palsu untuk permintaan eksekusi. Hal itu terungkap Sudarsono alias Sudar sebagai terbantah 44 dan terdakwa II Misran Sasmita sebagai terbantah 25 dan 32 terbukti bersalah melakukan tindak pidana menggunakan surat palsu yang telah menjalani hukuman penjara selama 3 bulan sesuai bukti putusan perkara Pidana No. 165 K/Pid/2010 tertanggal 25 Maret 2010.

Kini, lahan itu sudah ‘dijual’ cukong bernama Tamin Sukardi.

Oleh Tamin, lahan itu dijual lagi kepada Direktur PT ACR Mujianto yang mendirikan 1.016 ruko di lokasi tersebut.

Parahnya, pendirian ruko tanpa sertifikat tersebut mendapat izin dari Pemkab Deliserdang yang ditandatangani langsung sang Bupati Deliserdang Amri Tambunan. Om-20

http://www.harianorbit.com