«

»

Dugaan Penyimpangan Proyek Penanaman Jagung Rp40 M di Distan Tak Menemui Titik Terang, Laporkan Kadis Ir Roem ke KPK

“Sampai hari ini masyarakat masih ‘angkat topi’ kepada kredibilitas KPK. Sama sekali tidak ada keraguan KPK melakukan pembiaran jika ada uang rakyat dimainkan satu rupiah pun.”

Foto.HL.1

Foto: Ilustrasi gedung KPK, Ist

 

Medan-ORBIT: Proses pengusutan dugaan korupsi Dinas Pertanian Sumut diduga melibatkan Kepala Dinas (Kadis) Ir Roem belum menemui titik terang.

Meski elemen masyarakat sudah terang-terangan membuka tabir indikasi permainan proyek bernilai puluhan miliar ‘dikelola’ Ir Roem di instansi itu.

Aparat penegak hukum seperti Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumut belum terdengar gerakannya.

Hanya wakil rakyat DPRD Sumut yang merespon dan akan segera memanggil Ir M Roem.

Muncul desakan, agar kasus itu dilapor ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Diyakini, KPK bisa menyeret M Roem jadi pesakitan jika terbukti melakukan pelanggaran hukum.

Informasi dikumpulkan Harian Orbit, hingga Minggu (24/3) diketahui uang rakyat bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2012 mengalir ke Distan Sumut disinyalir sarat korupsi.

Di antaranya, proyek kegiatan Jasa Konsultasi Perluasan Sawah di enam kabupaten senilai Rp690.000.000

Lalu, kegiatan pembangunan Aula Unit Pelayanan Teknis (UPT) BBI Gabe Huta Raja senilai Rp300.000.000.

Begitu juga pada kegiatan pembangunan mess UPT BBI Gabe Huta Raja senilai Rp500.000.000 yang terindikasi korupsi.

Ada lagi, proyek rehabilitasi lantai jemur I, II dan rehab gedung I, II dan III pada UPT BBI Palawija Tanjung Selamat senilai Rp912.000.000.

Lalu, proyek pengadaan barang pada UPT BBI Palawija Tanjung Selamat berupa corn sheller, power theresser, traktor mini roda 4, cultivator, moisture, multi guna, therealer berkapasitas dua ton, ventilator, sehealer dan mesin babat senilai Rp588.000.000.

Selanjutnya, dugaan korupsi pada proyek pengadaan barang alat penguji pestisida senilai Rp822.000.000.

Dan proyek holtikutura atau penanaman jagung di kabupaten Padang Lawas Utara seluas 5.000 hektar dengan dana Rp40 miliar.

 

Laporkan Ir Roem ke KPK

Menyikapi persoalan itu, Ketua Lembaga Kajian Masyarakat Marginal (LKMM) Muhammad, Minggu (24/3), menyarankan elemen masyarakat yang memiliki data untuk segera melaporkan Ir Roem ke KPK.

“Laporkan Ir Roem ke KPK. Data-data yang diungkap itu tentu sudah cukup untuk membuat laporan,” saran Muhammad.

Dia meyakinkan, tidak ada satu kasus pun di lembaga superbody itu bisa lepas dari jerat hukum jika ditemukan bukti adanya tindak pidana korupsi.

“Sampai hari ini masyarakat masih ‘angkat topi’ kepada kredibilitas KPK. Sama sekali tidak ada keraguan KPK melakukan pembiaran jika ada uang rakyat dimainkan satu rupiah pun,” tegasnya.

Muhammad mengaku ada yang aneh, terkait belum dilakukannya proses penyelidikan dugaan korupsi di Distan Sumut.

Padahal, ada intel kejaksaan yang bisa mengumpulkan data-data dari mana pun untuk mengungkap kasus tersebut.

“Ini hanya soal kemauan saja. Kalau memang ada komitemen penegak hukum di Sumut memberangus koruptor, saya yakin banyak sekali yang terjerat,” ucap Muhammad.

 

Monopoli Proyek

Diketahui, selain dituding terjadi indikasi korupsi, Sekretaris Gerakan Rakyat Daerah Sumatera Utara (Garda Sumut) Fajar Daulay mengungkap hasil investigasi pihaknya mengenai lelang proyek di Distan Sumut.

Mereka mendapati terjadi monopoli pemenang pelaksana proyek. Hal itu bisa dilihat dari perusahaan pemenang proyek.

Mulai dari pemenang I dan pemenang II merupakan perusahaan yang sama.

“Perusahaannya dibolak-balik, dan jelas-jelas melanggar Peraturan Perpres 54 Tahun 2010 tentang penyelenggaraan Proyek Pembangunan bebas dari KKN,” tandas Fajar.

Di samping itu, pelaksanaan keseluruhan proyek tidak sesuai spesifikasi teknis kerja dan diduga terjadi mark-up dan terjadi kekurangan volume pada pelaksaan kegiatan tersebut.

“Data ini sudah bisa menjadi bahan pertimbangan bagi Kejati Sumut untuk menangkap dan memeriksa Kadistan Ir Roem,’’ ujar Fajar.

Fajar juga meminta Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) segera mengeluarkan hasil audit atas proyek di Distan Sumut.

Di tempat terpisah, Ir Roem yang dikonfirmasi melalui telepon selularnya di no 08116002xxx yang biasa digunakan Ir Roem tidak bisa dihubungi.

Sedangkan nomor Kabid Sarana dan Prasarana Distan Sumut, Adam yang dihubungi via telepon selular di nomor 0811638xxx tidak menjawab. Begitu juga dengan pesan singkat yang ditinggalkan, Adam tidak membalasnya. Or-12

Leave a Reply