«

»

Dukung Pembangunan Kota Medan

Sri Sultan Ajak Warga Jawa

Medan-ORBIT: Seluruh warga Jawa yang bermukim di Kota Medan diminta memberikan kontribusi maupun dukungannya untuk Pemko Medan dalam membangun ibukota provinsi Sumatera Utara ini. Dengan demikian keberadaan warga Jawa bisa dirasakan manfaatnya sekaligus menjadi teladan.

Himbauan ini disampaikan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sulta Hamengkubuwono X didampingi istri Gusti kanjeng Ratu Hemas dalam acara jamuan makan malam yang digelar Walikota Medan Drs H Rahudman Harahap MM di pendopo rumah dinas Jalan Sudirman Medan, Jumat (2/3) malam.

“Saya harapkan agar seluruh warga Jawa yang ada di Kota Medan dapat memberikan kontribusi demi kemajuan kota ini. Saya minta warga Jawa tidak menjadi beban bagi pemerintah daerah tetapi justru sebagai teladan,” kataSri Sultan.

Apalagi, dari segi kuantitas, jumlah warga Jawa lebih besar dibandingkan etnis lainnya. Dari 2,8 juta penduduk Medan, etnis Jawa sebanyak 33,2 persen. Setelah itu baru disusul Tapanuli (19,21 persen), Cina (10,65 persen), Mandailing (9,36 persen), Minang (8,6 persen), Melayu (6,59 persen), karo (4,10 persen), Aceh (2,78 persen) dan lain-lain (5,07 persen).

Dengan jumlah yang dominan itu, Sri Sultan berharap warga Jawa tidak hanya mendukung pembangunan saja tetapi sebaiknya ikut bertanggung jawab dalam keamanan juga membantu berkontribusi dalam pembangunan. “Seperti pepatah di mana tanah diinjah disitulah langit dijunjung, sehingga harapan saya warga Jawa bisa berkontribusi di Medan,” terangnya.

Menurut Sri Sultan kehadirannya ke Medan untuk bersilaturahmi dengan Walikota Medan Drs Rahudman Harahap MM, serta untuk memenuhi harapan dari Forum Komunikasi Warga Jawa (FKWJ) supaya bisa menghadiri musyawarah besar (Mubes) Istimewa yang akan dilaksanakan 4 dan 5 Maret di Tanjung Morawa.

”Saya sangat mengharapkan Forum Komunikasi Warga Jawa ini tidak hanya forum untuk warga Jawa semata, melainkan sebagai forum untuk seluruh etnis lainnya di Sumut, khususnya kota Medan. Untuk itu saya berharap dalam kepengurusan FKWJ yang baru terpilih nanti, pengurusnya dari berbagai etnis sehingga bisa membangun kebersamaan,” harapnya.

 

Gelar Warga Kehormatan

Sementara itu Walikota Medan Drs H Rahudman Harahap MM sangat mendukung himbauan yang disampaikan Sri Sultan. Dian berharap FKWJ dapat mengembangkan program yang aplikatif dalam rangka menuju Medan yang aman dan nyaman, dan sejahtera.

Dengan jumlah suku terbesar dibandingkan suku lainnya yang ada di Kota Medan, warga Jawa diminta mampu menjalin sinergitas dengan suku lainnya sehingga terciptannya kebersamaan. Dengan kebersamaan itulah modal utama dalam membangun kota ini, sekaligus menjadi model kerukunan selama ini.

Kemudian, Walikota mengakui hubungan antara Medan dengan Yogyakarta juga sangat erat. Hal ini tidak terlepas dari banyaknya mahasiswa asal Medan yang kuliah di Yogyakarta. Selama menimba ilmu disana, mahasiswa Medan banyak belajar sopan santun sehingga sering dikatakan sopan santunnya ‘lebih Jawa’ dibandingkan orang Jawa sendiri.

Di samping itu tidak sedikit jumlah warga Medan yang mengambil putri Jogyakarta sebagai pendamping hidup, begitu sebaliknya. “Inilah yang menjadikan hubungan Medan dengan Jogyakarta sangat erat sekali,” ungkap Walikota.

Walikota selanjutnya menilai kunjungan seri Sultan bersama rombongan sangat istimewa bagi Kota Medan. “Kami ucapkan terima kasih atas kunjungan Sri Sultan Hamengkubuwono. Dengan padatnya aktivitas Sri Sultan Hamengkubuwono sebagai gubernur DIY masih bisa menyempatkan diri berkunjung ke Medan, ini merupakan penghargaan bagi warga Medan,” kata Rahudman.

Dalam kesempatan itu, Walikota dinobatkan sebagai Warga Kehormatan FKWJ. Penobatan itu dilakukan langsung Sri Sultan dengan menyerahkan atribut FKWJ. Penobatan ini diberikan tidak terlepas dari upaya Walikota untuk terus menciptakan kerukunan antar etnis yang ada di kota ini, serta kegigihan dalam membangun Kota Medan.

Sebelumnya,Dewan Kehormatan FKWJ Sumut yang juga Ketua Panitia Mubes Istimewa FKWJ, Shohibul Anshor Siregar menyebutkan, awalnya FKWJ berdiri di Tanjung MOrawa, dan sekarang kian berkembang sudah ada di 16 provinsi, dan empat provinsi lagi akan menyusul.

“Karena organisasi ini sudah besar dan sudah ada di beberapa provinsi maka atas saran dari Sri Sultan Hamengkubuwono X juga agar menjadikan organisasi ini tingkat nasional. Tentunya untuk menjadikan organisasi ini tingkat nasional ada konsekuensinya, dan nanti dalam Mubes istimewa inilah kita bicarakan sekaligus mencari legitimasi hukum dari konstitusi FKWJ menjadi organisasi tingkat nasional,” terang Shohibul.

Din tempat yang sama, Ketua Umum Dewan Pimpinan Wilayah FKWJ Sumut, Jamin Sumitro mengatakan FKWJ inilah bukan merupaka forum yang semata terdiri dari etnis suku Jawa. “Kita tentunya tidak mengharapkan dilahirkan menjadi warga Jawa atau bermarga Harahap, tapi semuanya itu sudah digariskan sama Tuhan, oleh karena itulah kita ingin menyatukan visi dan misi agar saling membantu sehingga masyarakat Medan menjadi makmur,” terang Jamin.

Jamuan makan malam ini turut dihadiri Wakil Walikota Medan Drs H Dzulmi Eldin MSi, Sekda Ir Syaiful Bahri, serta tokoh-tokoh masyarakat Jawa di Medan dan Sumut serta jajaran SKPD. Or-07

Leave a Reply