• Nasdaq :3487.853+13.22 - +0.38%
  • UK Main Index :6565.11+23.50 - +0.36%
  • Australian All Ords :5412.600+32.300 - +0.60%
  • Australian 200 :5420.300+32.100 - +0.60%
  • AUS VS USD :0.9361
  • USD VS JPY :102.265
  • USD VS IDR :11458.00
  • WP Stock Ticker
Temui kami di: feed rss facebook twitter google+
|

Dulu Banggakan Gelar MBA Kini Pakai Msi, T Erry Nuradi Diduga Bohongi Publik

 

Medan-ORBIT: Sejumlah kalangan masyarakat mempertanyakan pergantian gelar S2 Master Of Business Administration (MBA)  T Erry Nuradi.

Pasalnya, ada indikasi gelar yang biasa dipakai itu disebut-sebut tak diakui Dirjen Dikti. Menjadi Bupati Sergai, Erry Nuradi (foto) membanggakan gelar MBA, sekarang memakai MSi.

“Lho, sebagai masyarakat wajarlah kita bertanya, biasanya T Erry Nuradi menggunakan gelar MBA kini saat menjadi Bupati Sergai, lalu saat cagubsu gelar itu diganti MSi, ini ada apa,” cetus Direktur Eksekutif Lembaga Pemerhati dan Pembaruan Indonesia Amran Pulungan SE kepada Harian Orbit di Medan, Senin (15/10).

Disebutkan, gelar akademik S2 milik Erry Nuradi itu perlu diusut. Sehingga masyarakat luas dapat mengetahuinya. Ini kenapa, karena adik kandung almarhum Rizal Nurdin itu berambisi menjadi pemimpin Sumut 1.

“Kalau memang benar, ada indikasi pembohongan publik, T Erry Nuradi juga dapat dipidanakan, karena itu pelecehan intelektual,” sebut Amran.

Pergantian gelar S2 yang serta merta itu menjadi kecurigaan masyarakat luas merupakan hal yang lumrah saja. “Tentu kita bingung saja, saat  bupati menggunakan MBA dan lalu mau jadi Cagubsu menggunakan MSi. Artinya, Erry Nuradi telah lakukan pembohongan publik,” kata Amran.

Aktivis yang peduli dunia pendidikan itu, menilai bisa saja gelar S2 yang digunakan Erry Nuradi untuk menarik simpatik dan tertutup kemungkinan gelar tersebut tak diakui oleh Dirjen Dikti. “Oleh karena itu saya meminta semua instansi terkait mengusutnya.  Dan sekali lagi, tak ada istilah kebal hukum meskipun yang dicurigai tersebut masih menjabat bupati,” sebut Amran.

Harus Diusut

Hal senada juga dikemukakan Praktisi Hukum Suhardi SH. Menurutnya, gelar akademik S2 yang digunakan saat cagubsu sebagaimana yang terpajang di baliho-baliho wajar saja dipertanyakan.

“Dan sebagai warga saya rasa tak ada  salahnya kita bertanya, biasanya mengunakan gelar MBA kini kok MSi. Dan kami rasa tak berlebihan, karena saat ini juga masyarakat sudah sangat cerdas,” kata Suhardi.

Tapi tentunya, karena ini menyangkut akademik, kasus itu juga harus ditelaah dan diusut secara tuntas. Dalam persepktif hukum perolehan gelar atau tanda jabatan itu tak boleh asal pakai. Artinya ada mekanisme dan sanksi hukumnya.

“Jangan mentang-mentang mau mencalonkan diri menjadi cagubsu semua gelar dipakai, ironisnya yang tak jelas pun dipakai,” cetus Suhardi.

Seharusnya dalam hal gelar itu domainnya Dirjen Dikti. Ya kalau memang gelar MBA yang dipakai tak diakui seharusnya dijelaskan. Dan bukan seperti saat ini sekonyong-konyong memakai gelar yang lain. “Kita tak menyebut mengunakan gelar palsu. Tapi sejatinya kasus itu harus diusut dulu,” pungkas Suhardi.

Sementara Kordinator Kopertis yang merupakan perpanjangan tangan Dirjen Dikti di Sumut, sampai berita ini dilansir belum memberi tanggapan. Om-19

facebook twitter

5 Comments for “Dulu Banggakan Gelar MBA Kini Pakai Msi, T Erry Nuradi Diduga Bohongi Publik”

  1. inilah ciri koran murah,mencari kesalahan yang tak jelas…

  2. ORBIT Bukan Mencari Sensasi atau Sengaja Mencari Kesalahan , Pemberitaan harian ORBIT Sangat di Gemari Oleh Masyarakat Luas , Karena Sumbernya Jelas dan Terpercaya . Harian Orbit lanjutkan Karyanya ….. Cobaan , Hambatan , Rintangan Memang pasti Ada ….YAKINLAH Orbit Mampu …..

  3. ORBIT memang harian paling berani dan punya fakta yang akurat (A1). Jaya untukmu ORBIT. Bukalah “topeng-topeng” para pejabat tanpa kenal kompromi.

You must be logged in to post a comment Login