bennerorbit

«

»

Entrance Hotel Aston Sarang Narkoba, Poldasu Harus Tutup

 

Medan-ORBIT: Sejak lama, hiburan malam Entrance di Hotel Aston diduga jadi tempat pesta narkoba.

Tidak hanya itu, Entrance bahkan berani beroperasi di saat umat Islam melakukan ibadah puasa pertama tahun lalu.

Fakta kalau hiburan malam itu jadi tempat pesta narkoba, mendekati kebenaran ketika Direktorat Reserse Narkoba Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Poldasu) menangkap enam orang di Entrance Diskotik yang berada di dalam hotel Grand Aston (foto), Jalan Balaikota Medan, Minggu (3/6) dini hari.

Pada penggerebekan itu, polisi mengamankan 10 butir pil mengandung psikotropika jenis H5 (Happy Five). Informasi dihimpun Harian Orbit, pil happy five tersebut persisnya didapat di dalam ruang karoke tiga, yang di isi enam orang pengunjung.

Untuk pemeriksaan lebih lanjut, petugas mengamankan enam orang pengunjung di entrence yakni W, I, L, D, S dan N ke Kantor Ditresnarkoba Poldasu.

Dir Narkoba Poldasu, Kombes Pol Andjar Dewanto yang dikonfirmasi membenarkan ada penggerebekan narkoba di lokasi hiburan malam Entrance.

“Enam orang yang kita amankan ruang karoke Entrence. Keenamnya masih kita periksa terkait ditemukannya barang bukti 10 butir Pil H5 (Happy Five),” kata Anjar.

Menurut Anjar, pihaknya sudah dua kali melakukan penggerebekan di Entrance.

“Memang benar, sudah dua kali kita melakukan penggerebekan. Ini yang kedua kalinya kita mengamankan pengunjung di Entrance yang memakai narkoba,” katanya.

Pihaknya, ungkap Andjar,  sedang melakukan pemeriksaan untuk mengungkap siapa pemilik barang haram H5 itu.

“Siapa yang memiliki 10 butir pil itu sementara kita belum tahu. Masih kita dalami keterangan mereka,” ujar Adjar, sembari mengatakan, pihaknya menurunkan 32 anggota dalam razia tersebut.

Menanggapi hal itu, Ketua Aliansi Masyarakat Peduli Pembaruan (AMPP), Amran Pulungan, Minggu (3/6), meminta aparat penegak hukum segera menutup hiburan malam itu.

“Tidak kata maaf bagi hiburan malam yang terindikasi sarang narkoba. Entrance harus ditutup,” tegasnya.

Sejalan dengan itu, Amran turut meminta Dinas Kebudayaan dan Parawisata (Disbudpar) segera mencabut izin hiburan malam Entrance.

“Terlalu banyak Entrace melanggar aturan. Selain diduga sarang narkoba, hiburan malam itu bahkan berani beroperasi saat bulan puasa hari pertama. Ini sangat melukai hati umat islam,” tegasnya. Om-16

Leave a Reply