bennerorbit

«

»

Guru Terpencil Meradang

Kutacane-ORBIT: Tak ayal, lambatnya pencairan dana bantuan membuat sejumlah guru yang mengabdi di daerah terpencil itu kecewa. Para guru pun tak mengetahui kenapa dana bantuan 2011 tak diterima mereka hingga kini.

Seperti diketahui, para guru yang berjumlah 79 orang itu tersebar di 15 sekolah di sejumlah desa terpencil. Yang dikesalkan, pengabdian guru tersebut sebenarnya cukup mahal, namun seolah dikesampingkan. Sedangkan uang tersebut akan dimanfaatkan mereka untuk kebutuhan hidup sehari-hari.

Kasi PAUD Dikjar Agara, Drs Anshor Tambunan sebelum dimutasi jabatan dari Kasi Tentis Dikjar Agara menyebutkan, pemberian dana bagi guru bertugas dari daerah terpencil merupakan wewenangnya. Namun setelah dirinya dimutasi, maka hak itu dilimpahkan kepada Kasi Tentis Dikjar Agara yang baru yakni, Hasan Spdi.

“Memang dulunya soal pencairan dana guru di daerah terpencil merupakan tugas kami. Bahkan pada tahun 2011 lalu kepengurusan dana itu sudah ada, tapi setelah selesai diurus hingga kini dana bantuan itu belum juga cair. Terus terang kita tak tahu apa kendalanya,”kata Anshor Tambunan kepada Harian Orbit, kemarin.

Dia menjelaskan, pada tahun 2011 lalu sebanyak 79 orang guru telah terdata sebagai penerima dana bantuan. Hampir 95 persen merupakan guru yang berstatus PNS dan selebihnya 5 persen adalah guru tenaga honorer.

Berdasarkan SK Bupati Aceh Tenggara, Ir H Hasanuddin, B, MM lanjutnya, ada 15 sekolah yang dianaggapnya terpencil dan itu menjadi dasar kita guna menetukan guru yang bakal menerima bantuan itu.

Sementara besarnya dana bantuan itu ditentukan oleh pangkat dan golongan guru tersebut bagi mereka yang PNS pada SK terakhirnya, dan untuk guru honorer ditentukan dari tingkat pendidikan terakhir mereka, imbuhnya.

Di lain sisi, sebelum mangakhiri keterangannya Anshor Tambunan menampik adanya kutipan sebesar Rp 1 juta yang dilakukan pihaknya terhadap calon guru penerima dana bantuan ini.

“Kita tak ada mengutip dana yang disebutkan,” kilahnya. On-53

Leave a Reply