bennerorbit

«

»

“Hindari Calo Dalam Pengurusan SIM “

AKP Toni Irwansyah S.H ketika memberikan Startmentnya kepada Orbit di ruang kerjanya Selasa (20/3)

AKP Toni Irwansyah S.H ketika memberikan Startmentnya kepada Orbit di ruang kerjanya Selasa (20/3)

 

Himbauan Kaur SIM Sat Lantas Polresta Medan

Surat Izin Mengemudi (SIM), adalah kewajiban bagi pengendara saat mengendarai mobil, sepeda motor dan bahkan kendaraan roda tiga (betor). Jika anda yang tak memiliki SIM, maka siap-siaplah untuk kena tilang oleh polisi lalu lintas. Disarankan bagi anda, agar segera mengurus SIM agar terhindar razia yang belakangan ini sering dilakukan petugas.

Nah, masalahnya sekarang, banyak warga yang mengeluhkan soal ongkos pengurusan SIM tersebut. Apalagi belakangan ini proses pengurusannya juga terbilang cukup rumit dan menyita banyak waktu. Maka tak heran, banyak masyarakat yang menggunakan jasa calo, untuk pengurusan SIM. Meski mereka harus mengeluarkan kocek lebih untuk mendapatkanya, tapi tak banyak membuang waktu.

Saat hal ini dipertanyakan Harian Orbit, pada Kaur SIM Sat Lantas Polresta Medan, AKP Toni Irwansyah SH, menyangkal hal tersebut. Dikatakannya saat dijumpai di ruang kerjanya, Selasa (20/3), bahwa kepengurusan SIM tergolong dikatakan tidak rumit. Toni lantas memberikan arahan bagi masyarakat yang akan mengurus SIM, melalui wartawan koran ini.

Katanya, masyarakat cukup datang ke kantor Sat Lantas Polresta Medan, yang berada di Jalan Adi Negoro Medan. Lalu anda bisa langsung melakukan pengisian formulir pendaftaran. Jika ada seseorang yang mengikuti anda dan bersikap ramah untuk membantu anda dalam pengurusannya, sebaiknya ditolak. Karena mereka adalah calo, yang sengaja getem di lokasi tersebut.

Disitu masyarakat cukup membayar administrasi sesuai dengan SIM yang akan diurus. Misalnya dalam pengurusan SIM C, sepeda motor masyarakat cukup membayar Rp 100 ribu. Sedangkan SIM mobil atau SIM A dan SIM B masyarakat harus membayar 120 ribu, namun jika masyarakat ingin memperpanjang SIM yang akan habis masa berlakunya, masyarakat cukup membayar Administrasi sebesar Rp 80 ribu.

Syarat bagi mereka yang ingin melakukan pengurusan SIM, masyarakat juga harus sudah mencukupi usia setidak-tidaknya sudah memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP).

Pembayaran administrasi selesai, masyarakat lalu diwajibkan untuk ikut dalam ujian tertulis. Kemdudian disusul dengan ujian praktek dalam mengendarai kendaraan sesuai dengan SIM yang akan diurus.

Dalam startmentnya, AKP Toni Irwansyah SH, membantah keras soal pengurusan SIM yang mereka akui sangat rumit. Mantan Kanit Prasjal Dit Lantas Poldasu ini juga menghimbau kepada masyarakat, agar tidak menggunakan pihak ke tiga yang biasa disebut calo baik itu polisi maupun masyarakat sipil dalam proses pengurusan SIM tersebut.

“Kalau harga pengurusan SIM ada tertera di dinding label harga. Jadi kalau yang katanya sampe 350 ribu itu tidak pernah kita lakukan, makanya saya himbau kepada masyarakat agar jangan menggunakan pihak ke tiga atau calo dalam pengurusan SIM tersebut. Kalau sudah terperangkap jasa calo, maka mau tak mau mereka harus membayar jasa mereka.

Inilah yang membuat pengurusan itu jadi mahal harganya,” ucap AKP Toni Irwansyah, menutup pembicaraan. Om 31

Leave a Reply