• Nasdaq :3557.036-31.769 - -0.89%
  • UK Main Index :6674.74-7.02 - -0.11%
  • Australian All Ords :5514.200+12.000 - +0.22%
  • Australian 200 :5529.000+11.200 - +0.20%
  • AUS VS USD :0.9295
  • USD VS JPY :102.295
  • USD VS IDR :11630.00
  • WP Stock Ticker
Temui kami di: feed rss facebook twitter google+
|

Kadis TRTB Medan Sampurno Pohan Janji Tak Terbitkan Izin, Apartemen Sky City Gagal

Pengusaha turunan Tionghoa dikenal cukup berpengaruh, sekaliber Mujianto kelihatannya bagai tak punya kuku alias kekuatan. Pasalnya, bangunan Apartemen Sky City Medan terganjal IMB.

 

Medan-ORBIT: Walikota Medan Rahudman Harahap tak salah menjadikan Sampurno Pohan sebagai tim kerja yang konsern menerapkan ketentuan terkait perizinan bangunan-bangunan di Kota Medan.

Ini satu keberhasilan Rahudman Harahap membina staf yang mempunyai komitmen. Dibuktikan dengan statemen  Sampurno Pohan Kadis Tata Ruang dan Tata Bangunan (TRTB) Kota Medan cukup jelas sebagai jawaban atas gagalnya pembangunan Apartemen Sky City (foto).

Terbukti, setelah sekian lama menjadi bahan sorotan dalam perdebatan dan perbincangan, rencana  Mujianto membangun Apartemen Sky City berlantai 19 di Jl Surabaya Medan dinyatakan kandas.

Menyusul pernyataan Ketua Komisi D DPRD Medan Muslim Maksum dalam wacana menolak perubahan peruntukan kawasan rumah toko menjadi apartemen, Kadis Tata Ruang dan Tata Bangunan (TRTB) Kota Medan Sampurno Pohan pun beralasan sama.

“Saya tegaskan, izin bangunan Apartemen Sky City itu tidak ada akan dikeluarkan, karena kawasan tersebut peruntukannya hanya bagi perumahan pertokoan. Jadi bukan Apartemen,” kata Kadis TRTB Kota Medan, Sampurno Pohan kepada Harian Orbit, Selasa (4/9), usai mengikuti pembahasan rancangan peraturan daerah (Ranperda) Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (PAPBD), Pemko Medan, tahun anggaran 2012.

Dia juga mengakui bahwa ada sejumlah oknum tertentu berupaya mengajukan izin untuk mendirikan bangunan di lahan bekas Bioskop Riang.

Anggota Panitia khusus (Pansus) Badan Anggaran (Banggar) DPRD Medan, Bahrumsyah menegaskan, dalam upaya untuk peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) Pemko Medan, hendaknya seluruh satuan kerja perangkat daerah (SKPD), tak terkecuali Dinas TRTB Medan hendaknya mengikuti aturan sebagaimana mestinya.

“Terkait perizinan bangunan, telebih dahulu harus dilengkapi dengan peruntukan untuk ruang terbuka hijau (RTH). Selain itu, harus pula disertakan dengan dekumen upaya pemantau  lingkungan (UPL) dan upaya kelola lingkungan (UKL). Dan ini sesuai dengan aturan, yakni UU Nomor 32 tahun 2009 tentang lingkungan hidup dan PP Nomor 27 tahun 2012 tentang lingkungan.

Dikatakan, satu lokasi usaha milik masyarakat maupun kelompok, berdampak langsung dengan lingkungan hidup, maka sebelum IMB nya dikeluarkan Dinas TRTB, pemilik harus terlebih dahulu melengkapinya dengan izin kajian AMDAL.

“Sedangkan AMDAL ini, harus berasal dari kajian dari konsultan yang memiliki sertifikat untuk pekerjaan terkait,” tandasnya.

Sementara itu, Sampurno Pohan tetap bertahan dengan pendapatnya, kalau semua dokumen yang dimaksudkan, tidak ada diatur dalam Perda tentang IMB. “Perda tentang IMB, sama sekali tidak pernah mengatur hal tersebut,” ungkap Sampurno yang langsung dibantah Bahrum, mengatakan Perda yang dimaksudkan memang tidak mengatur IMB, namun Perda Nomor 9 tentang IMB, berkaitan dengan retribusi.

Sebelumnya, Komisi D sudah sepakat untuk meminta TRTB tidak mengeluarkan izin bangunan Apartemen Sky City. Hal ini ditegaskan langsung ketua Komisi D, Muslim Maksum dan anggotanya, Daniel Pinem. Om-32

facebook twitter

You must be logged in to post a comment Login