«

»

Kajari Tarutung Dihadiahi Obat Kuat

Obat kuat yang dihadiahkan kepada Salamat Simanjuntak, kata Sawerdy agar Kejari Tarutung kuat dan cepat mengusut kasus korupsi yang semakin mengkhawatirkan di Taput.
MAHASISWA yang tergabung dalam Forum Masyarakat Realistis Untuk Keadilan (FMRUK) memberi hadiah kepada Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Tarutung, Salamat Simanjuntak atas kinerjanya.
Namun, hadiah yang diberikan FMRUK kepada pimpinan korps adhyaksa itu tergolong unik dan janggal. Mereka memberikan parsel berisi obat kuat kepada Kajari Tarutung dan jajarannya pada saat melakukan aksi demo di sana belum lama ini.
Informasi didapat Harian Orbit hingga Minggu (26/5), aksi FMRUK yang dikomandoi Sarwedy Gultom itu mengatakan, makna hadiah parsel obat kuat sebagai lambang lambang agar Kajari Tarutung Salamat Simanjuntak bersikap tegas, dan berani mengungkap maraknya praktek korupsi yang semakin menggurita di wilayah hukum Taput.
“Kejari Tarutung harus membuka mata dan melebarkan telinga serta berani mengungkap pelaku korupsi sampai ke pengadilan tanpa pandang bulu. Jika kita bandingkan dengan kabupaten lainnya, Taput sangat jauh tertinggal, padahal anggaran yang dikelola justru lebih besar dengan kabupaten yang lebih maju. Ini sebuah indikator banyaknya yang tidak beres dalam pengelolaan anggaran,” ungkp Sarwedy.
Obat kuat yang dihadiahkan kepada Salamat Simanjuntak, kata Sawerdy agar Kejari Tarutung kuat dan cepat mengusut kasus korupsi yang semakin mengkhawatirkan di Taput.
Parsel obat kuat itu diterima Kepala Seksi (Kasi) Intel Kejari Tarutung Oloan Pasaribu. Sedangkan di DPRD Taput, pendemo menghadiahi toa (pengeras suara-red) sebagai lambang agar DPRD Taput yang terdiri dari 35 orang itu agar lantang mengkritisi kebijakan Pemkab Taput.
Banyak Kasus Mandeg
Perlu diketahui, cukup banyak dugaan kasus pidana korupsi yang dilaporkan masyarakat seperti terjadi di Dinas Kehutanan, Dinas Pertanian, Dinas Cipta Karya dan Perumahan Taput dan kasus lainnya. Namun hingga sekarang tak satupun hasil tangkapan dari Salamat.
Begitu juga kasus dugaan korupsi Martuaman Silalahi (ketika menjabat Sekda Humbahas) yang sudah empat tahun diumumkan sebagai tersangka, namun hingga sekarang belum disidangkan sampai ke pengadilan. Od-23

Leave a Reply