bennerorbit

«

»

Kapolresta Medan Dilapor Ke Propam Polda Sumut

Medan-ORBIT: Dugaan penganiayaan yang dilakukan oknum personil Polresta Medan terhadap anggota Pemuda Pancasila (PP) menguak cerita baru.

Kini, PP melaporkan Kapolresta Medan, Kombes Pol Nico Afinta Karo-karo SIK ke Bidang Profesi dan Pengamanan (Bid Propam) Polda Sumut, Selasa (1/10).

Ketua Lembaga Penyuluhan dan Pembelaan Hukum (LPPH) PP Kota Medan, Zulfiansyah SH mengatakan, dampak yang dilakukan oknum polisi terhadap kader PP itu sangat jelas dalam aturan hukum.

Para anggota PP mengalami luka yang disebabkan penganiayaan sebagaimana yang tertuang dan diatur dalam Pasal 351 KUHP.

“Kita melaporkannya ke Propam, karena yang melakukan penganiayaan adalah oknum polisi dari Polresta Medan. Untuk sementara ini, kasus yang dilaporkan yakni tindakan penganiayaan yang dilakukan oknum polisi terhadap anggota PP,” kata Zulfiansyah.

Kata dia, korban yang melapor yakni semua mengalami luka-luka di sekitar wajah, kepala belakang, bahu, kaki dan di bagian tubuh.

Menurutnya, laporan yang dibuat atas nama korbannya masing-masing yang merupakan kader dan anggota PP Kota Medan.

Di sisi lain, Zulfiansyag juga meminta Propam memproses secara terpisah kasus tersebut dan bukannya secara kelompok.

“Kita sangat berharap Propam Poldasu menindak oknum yang melakukan penganiayaan,” katanya.

Dikatakannya, barang bukti yang diberikan dalam laporan ke Bid Propam Poldasu berupa video, foto, serta hasil rekam medis foto torak korban penganiayaan oleh oknum kepolisian Polresta Medan, pada Kamis 26 September 2013 lalu.

Laporan ke-15 anggota PP tersebut tertuang dalam laporan Nomor : STPL/94/X/203/Bid Propam Polda Sumut, tertanggal 1 Oktober 2013.

Adapun korban penganiayaan yang mengadu yakni M Rahmadian Shah (luka di kepala belakang), Octo Gabriel S (luka di kepala belakang dan gendang telinga).

Ilham Akbar Nasution (pembengkakan di tengkuk leher belakang dan kepala sebelah kanan), Maulana Syaputra (luka memar bagian rusuk sebelah kanan dan tas sandang berisi handphone hilang), Wahyu Dipta (luka memar pada rusuk sebelah kanan).

Ricky Aprianta Bukit (luka gesekan senjata, rusuk memar akibat tendangan serta kepala dan telinga sakit akibat tendangan), Irwansyah (luka di bagian pelipis mata dan di bawah pipi kiri), Zus Rizal (luka memar pada kedua mata serta handphone dan dompet diambil oleh oknum petugas).

Syafarudin (luka pelipis mata dan kepala bocor), Rangga Pandia (opname akibat dianiaya dan ditendang), Hendrik Wagimin Hasan (jari kaki patah dan lecet akibat ditabrak petugas pengendara trail).

El Kadri (luka di bahu sebelah kiri dan kepala memar), Saipul Zuhri (memar di pinggang dan tulang rusuk sakit serta pipi bengkak), Masrul (luka lecet di siku dan kaki) dan Hisbullah (luka memar di dengkul dan kaki).

Laporan|Jhonson Siahaan
Editor|M Asril

Leave a Reply