• Nasdaq :3487.853+13.22 - +0.38%
  • UK Main Index :6565.11+23.50 - +0.36%
  • Australian All Ords :5412.600+32.300 - +0.60%
  • Australian 200 :5420.300+32.100 - +0.60%
  • AUS VS USD :0.9361
  • USD VS JPY :102.265
  • USD VS IDR :11458.00
  • WP Stock Ticker
Temui kami di: feed rss facebook twitter google+
|

Kasus Bansos Dilapor ke Jamwas Kejagung

Kejatisu Dinilai Tak Serius

Medan-ORBIT : Kecewa terhadap kinerja Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu), sejumlah aktifis anti korupsi di Sumut akan melaporkan kasus tersebut ke Jaksa Muda Pengawasan (Jamwas) Kejaksaan Agung (Kejagung) di Jakarta.

“Ini ultimatum buat Kejatisu. Karenanya, semua persoalan yang saat ini ditangani dalam indikasi penyelewengan anggaran Bansos, harus diselesaikan secara keseluruhan,” ujar aktifis 98, Acil Lubis pada Orbit, Kamis (26/4) di Medan.

Menurutnya, apa yang saat ini dilakukan Kejatisu terasa belum maksimal. Karena, ada beberapa masalah, sekaitan dengan persoalan ini yang belum tersentuh secara menyeluruh.

“Lihat saja, yang diperiksa adalah aktifis penggiat pembangunan masyarakat dari berbagai LSM. Sayangnya, kejaksaan terkesan kurang jeli,” ketus Acil.

Seharusnya, ujar Acil, Kejatisu melakukan penyelidikan lebih mendalam tentang siapa saja yang menerima bantuan tersebut. Karena fakta dilapangan, ada oknum LSM atau penggiat pembangunan masyarakat yang memperoleh bantuan, dari berbagai lembaga bentukannya. “Padahal, Pergub melarang keras hal ini,” ungkapnya.

Karenanya sambung Acil, hendaknya Kejaksaan lebih meningkatkan penyelidikannya, pada oknum yang menerima bantuan dari Bansos lebih dari satu lembaga.”Jadi ini untuk kalangan penerima. Sedangkan pejabat penyalur, juga harus diikutkan dalam persoalan ini,” katanya seraya menilai, ada beberapa nama yang layak untuk diperiksa sekaitan masalah ini.

Diantaranya, Kepala Biro Perekonomian, selaku kuasa pengguna anggaran yakni, Bangun Oloan Harahap, sekretaris Daud Salman Nasution dan Sofyan bendahara.  Sementara sama-sama kita ketahui, kalau bendahara pengeluaran pembantu pejabat pengelola keuangan daerah biro perekonomian Setda Provsu, Ummi Kalsum sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan. “Kok bisa seperti ini,” katanya bertanya.

Informasi dikumpulkan, hingga kini Kejaksaan tinggi Sumatera Utara masih melakukan pengembangan terhadap kasus indikasi korupsi tersebut.”Kita terus melakukan pendalam penyelidikan kasus ini. Karenanya biarkan berjalan sebagaimana mestinya,” kata Plh Humas Kejatisu, Ronal Bakara pada Orbit belum lama ini, seraya memastikan, kalau masih terbuka kemungkinan, akan bertambahnya jumlah tersangka pada persoalan ini. Om-32

facebook twitter

You must be logged in to post a comment Login