• Nasdaq :3534.532+1.446 - +0.04%
  • UK Main Index :6625.25+41.08 - +0.62%
  • Australian All Ords :5444.800+32.200 - +0.59%
  • Australian 200 :5454.200+33.900 - +0.63%
  • AUS VS USD :0.9333
  • USD VS JPY :102.395
  • USD VS IDR :11424.00
  • WP Stock Ticker
Temui kami di: feed rss facebook twitter google+
|

Kasus Dana Komite MAN P Siantar Ngendap di Polres

Lebih kurang 1,4 tahun kasus dugaan tilep dana komite sekolah Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Pematangsiantar, masa dipimpin Drs Burhanuddin Zulil MA yang dilapor LSM LiRa ke Polresta Siantar, tidak diketahui perkembangannya.

Untuk itu berbagai elemen masyarakat mempertanyakan kinerja aparat hukum dalam menangani kasus dugaan tilep dana komite tersebut.

Kasus terjadinya dugaan tindak pidana korupsi dan pengutipan yang meresahkan orang tua siswa, yang diduga dilakukan secara berjemaah di sekolah itu, terkesan penangan kasusnya jalan di tempat.

Melihat rentang waktu sejak dilaporkan LSM LiRa April 2011 lalu sampai hari ini penangan kasusnya masih tingkat penyelidikan, berbagai elemen masyarakat – pun mempertanyakan kinerja Polresta Siantar.

Direktur DPP LSM LEPASKAN Siantar – Simalungun Sahala Manurung SH menilai, kinerja Polresta Siantar terkesan lamban dalam menangani kasus tersebut, kalau ada niat polisi membrantas korupsi tidak perlu satu tahun, tapi karena ada keragu–raguan, dan ada dugaan pihak Polresta Siantar memberi iming–iming pada pelapor, sementara perkembang kasus itu, Polresta wajib memberi perkembangan secara tertulis kepada pelapor, diduga pihak Polresta ada main mata sama koruptor,” kata Manurung.

Manurung juga menilai pihak Polresta, dalam menangani kasus MAN sangat lamban, dan mendorong pelapor untuk secepatnya mempertanyakan perkembangan kasus tersebut, dan bila perlu pelapor menyurati Bareskrim Kapoldasu.

 

Tahap Penyidikan

Sementara menerut keterangan pelapor, sejauh ini, tidak mengetahui sudah sampai dimana perkembangan kasus tersebut, hal itu dikatakan Bupati Lira Mariani.

Menurut Mariani, kasus dugaan terjadinya tindak pidana Korupsi dan pengutipan yang meresahkan orang tua siswa, di duga dalam waktu BZ memimpin sekolah tersebut, ada dugaan penyelewengan uang komite sebesar 2,4 Miliar, selain dugaan penyelewengan uang komite, dalam surat laporan LiRa juga ada dugaan penyalahgunaan jabatan dengan cara melakukan pemungutan uang dari orang tua siswa yang memfaatnya tidak pernah dipertangung jawabkan kepada orang tua siswa.

Selaku pelapor, dalam waktu dekat akan mempertanyakan kepada pihak Polres Siantar sudah sampai dimana penangan khasus tersebut, katanya.

Ketika Orbit mengkonfirmasi tentang sejauh mana perkembangan kasus tersebut, ke Kanit Tepikor Polresta Siantar L. Siregar menerangkan, kasus itu masih dalam tahap penyelidikan.

”Sekarang belum bisa dijelaskan secara detail, jika sudah tingkat penyidikan pasti akan diberitahukan kepada pelapor,“ terang L. Siregar. od-32

facebook twitter

You must be logged in to post a comment Login