• Nasdaq :3534.532+1.446 - +0.04%
  • UK Main Index :6625.25+41.08 - +0.62%
  • Australian All Ords :5444.800+32.200 - +0.59%
  • Australian 200 :5454.200+33.900 - +0.63%
  • AUS VS USD :0.9327
  • USD VS JPY :102.425
  • USD VS IDR :11420.00
  • WP Stock Ticker
Temui kami di: feed rss facebook twitter google+
|

Kejati Sumut Didera Malu, Tersangka Bansos Mengecoh, Jemput Paksa & Tahan Shakira Zandi

Ilustrasi.Ist

“Tadi hanya datang penasihat hukum Bangun Oloan. Katanya besok yang bersangkutan diusahakan datang. Sedangkan Shakira Zandi tidak ada pemberitahuan.”

 

Medan-ORBIT: Malu kini mendera korps adhyaksa, Kejati Sumut. Terkesan ‘pasang badan’ berucap dua tersangka Bansos, Shakira Zandi dan Bangun Oloan koperatif, malah terkecoh.

Dalam pemeriksaan lanjutan dijadwalkan Senin (17/9), keduanya tidak datang. Koperatif, juga menjadi alasan Kejati Sumut, Shakira dan Bangun Oloan tak meringkuk di sel tahanan.

Berbeda dengan tersangka lainnya yang sudah lebih dulu menginap di hotel prodeo.

Kontan persoalan ini menuai kritik tajam. Wakil Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Medan, Muslim Muis tegas meminta Kejati segera menahan Shakira Zandi dan Bangun Oloan.

Katanya, salah satu dasar penilaian koperatif adalah selalu bersedia hadir untuk diperiksa kapan saja. Namun jika salah satunya dilanggar berarti sudah digolongkan tidak kooperatif.

“Mangkir itu jelas tidak koperatif. Jadi tidak ada lagi alasan penyidik tidak menahan kedua tersangka. Segera keluarkan perintah penahanannya,” tegas Muslim.

Menurut Muslim, ketidahadiran Shakira dan Bangun Oloan jelas membuat malu Kejati. Karena sebelumnya menyebut kedua orang itu koperatif.

“Jelas menjadi persoalan karena kebebasan yang diberikan justru dimanfaatkan Shakira Zandi dan Bangun Oloan,” jelasnya.

Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Humas Kejatisu, Marcos Simaremare soal ketidakhadiran Shakira Zandi dan Bangun Oloan tidak hadir dalam pemeriksaan lanjutan  mengamininya.

“Tadi hanya datang Penasihat Hukum (PH) Bangun Oloan Kata penasihat hukum, besok yang bersangkutan diusahakan datang. Sedangkan Sakira Zandi tidak ada pemberitahuan,” kata Marcos melalui pesan singkatnya.

Sebelumnya, Marcos menyebut alasan tidak dilakukan  penahanan terhadap kedua tersangka lantaran koperatif .

Dalam kasus korupsi Bansos Pemprovsu Tahun Anggaran 2009, 2010, 2011 ini, Kejati Sumut telah menetapkan 10 orang tersangka diantaranya Raja Anita Staff di Biro Keuangan Pemprovsu 2010, mantan Bendahara Pengeluaran Pembantu pada Biro Umum Pemprov Sumut Lisanudin (tersangka korupsi dana bansos 2010), Kepala Biro Binkemsos, Sakhira Zandi, Kepala Biro Perekonomian Bangun Oloan Harahap dan Bendahara Bansos Biro Binkemsos Ahmad Faisal.

Kemudian Bendahara Bansos Biro Perekonomian Ummi Kalsum, Bendahara Biro Umum Aminuddin, Bendahara Biro Umum Subandi (tersangka korupsi dana bansos 2011). Sedangkan tersangka korupsi dana Bansos 2009 yakni Bendahara Bansos Biro Binkemsos Syawaluddin, dan Penerima serta Calo Bansos Adi Sucipto.

Informasi yang diperoleh menyebutkan anggaran dana bantuan sosial tahun 2009, dengan nilai Rp293.745.501.407 terealisasi Rp284.199.897.500. Sedangkan untuk anggaran 2010 senilai Rp424.388.575.000 terealisasi Rp348.105.050.000. Sementara tahun 2011 senilai Rp477.885.800.000, namun yang terealisasi sebesar Rp351.693.000.000. Om-15

facebook twitter

Comments are closed