«

»

Kenaikan UMR Hantam Sektor Industri

Cost yang harus dikeluarkan industri pastinya meningkat dengan kenaikan UMR. Namun begitu, pemerintah memberikan angin segar, dengan janji akan membantu industri membayar UMR yang telah dinaikan tahun 2013 mendatang
KENAIKAN upah minimum regional (UMR) pada tahun depan tak dipungkiri menimbulkan dampak negatif yang akan menghantam hampir seluruh sektor industri. Namun demikian, hal ini bisa mendorong ke hal positif.
“Dampaknya pasti ada, tapi harus dibuktikan, faktor ekonomi yang kena dampak tidak semua, tapi sektor industri paling kena dampaknya, tapi tidak semua,” ujar Kepala BPS,Suryamin, Cipanas, Minggu (25/11).
Selain itu, Suryamin memprediksikan cost of employee dipastikan akan meningkat. “Kalau upah dinaikkan maka dia akan share (membagi) dari pengeluaran upah gaji yang akan meningkat,” ujar Suryamin.
Namun dia menambahkan, hal ini bisa menjadi positif bila produktifitas tenaga kerja meningkat. Sedangkan nilai penjualan tidak ditingkatkan untuk mengantisipasi terjadinya inflasi.
“Bisa dari posiitifnya, jadi kalau produktifitasnya meningkat, kemudian nilai jual tidak ditingkatkan takut lonjakan inflasi, ini bsa mmenguntungkan,” jelas suryamin.
Seperti diketahui, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) sudah mengetuk palu Upah Minimun Provinsi (UMP) DKI Jakarta 2013 sebesar Rp2,2 juta.
“UMP sudah kita ketok, jadinya Rp2,2 juta. Kita bulatkan saja Rp2,2 juta, saya harap yang sudah diputuskan bisa diterima,” ujarnya kepada wartawan di Balai Kota beberapa waktu lalu.
Jokowi mengaku, apabila berbicara mengenai harga yang sudah ditetapkan tidak akan ada habisnya.
“Kalau ditanya ke serikat pekerja masih belum, pengusaha juga masih belum. Itu sudah saya putuskan. Saya sudah minta, yang sudah diputuskan semua menerima. Saya sudah undang dan ajak berbicara. Kalau berbicara senang tidak senang, puas tidak puas, orang hidup tidak ada habisnya,” tegasnya.
Jokowi pun menilai, bahwa UMP yang sudah diputuskan dan sudah diketuk palu seharga Rp2,2 juta sudah berada di tengah. “Kita sudah ada di tengah. Kalau dibilang puas yah tidak juga,” pungkasnya.
Janji Bantu Perusahaan
Sementara itu, Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan, pemerintah bisa membantu beban perusahaan terkait pembayaran Upah Minimum Kabupaten (UMK) terhadap buruh.
Misalnya, dengan turut mengatasi ongkos-ongkos yang membebani perusahaan. Ongkos tersebut membuat inefisiensi perusahaan, misalnya korupsi dan lain-lain.
“Cost tersebut jangan dibebankan pada buruh. Misalnya ada cost yang signifikan oleh pemerintah bisa dikurangi,” kata Hatta.
Hatta setuju dengan adanya daerah yang UMK-nya Rp2 juta. Karena dengan upah tersebut, diharapkan bisa menanggung kebutuhan buruh. Namun di sisi lain, perusahaan juga harus survive.
“Kita siap membantu spanjang perusahan tidak mampu. Negara harus berperan dalam mengatasi ketidakeifisienan perusahaan,” paparnya.
Menurutnya, bagi perusahaan yang dikhawatirkan tidak mampu seperti perusahaan garmen dan UKM, bisa mengajukan keberatan.
“Saya sudah minta ke menakertrans bahwa perusahaan yang tidak mampu supaya menunda tidak memaksakan,” katanya. Or-13

Leave a Reply