• Nasdaq :3534.532+1.446 - +0.04%
  • UK Main Index :6625.25+41.08 - +0.62%
  • Australian All Ords :5444.800+32.200 - +0.59%
  • Australian 200 :5454.200+33.900 - +0.63%
  • AUS VS USD :0.9333
  • USD VS JPY :102.421
  • USD VS IDR :11427.50
  • WP Stock Ticker
Temui kami di: feed rss facebook twitter google+
|

Ketua DPRD Samosir Diberhentikan

Suasana saat terjadinya aksi di DPRD Samosir. Anggota dewan yang memilih opsi ketiga dianggap ‘banci’.

 

Awalnya pada Jumat (30/11), BKD hanya memberhentikan Tongam Sitinjak dari jabatan sebagai ketua dewan. Sementara dari hasil temuan atas permasalahan itu, masyarakat minilai Tongam Sitinjak harus dicopot atau diberhentikan sebagai anggota DPRD. Sehingga masyarakat Peduli Adat Kabupaten Samosir menganggap keputusan BKD itu ‘banci’.

Samosir-ORBIT: Paripurna penyampaian keputusan Badan Kehormatan DPRD Samosir, tentang pelanggaran etika moral Ketua Dewan, atas desakan masyarakat telah memberhentikan Tongam Sitinjak ST sebagai anggota dewan. Demikian data terakhir didapat sampai Minggu (2/12).

Masayarakat mendesak DPRD untuk mengubah keputusan BKD yang ‘banci’ itu. Melalui berbagai adu argumen, pimpinan DPRD Drs Lundak Sagala dan Jonni Sihotang, keduanya wakil ketua DPRD, tidak dapat menolak keinginan masyarakat peduli adat, karena bukti-bukti yang dimiliki. Sehingga pimpinan sidang meminta Banmus menjadwalkan kembali rapat paripurna dalam rangka perubahan hasil keputusan BKD.

Setelah melalui rapat internal DPRD sekitar 2 jam di ruang pimpinan, rapat paripurna khususpun dimulai. Dihadiri 21 anggota dewan. Sesuai peraturan di DPRD tentang kewenangan BKD, ada empat sanksi yang bisa diberikan atas pelanggaran yang dilakukan anggota dewan.

Dua dari keempat opsi yang merupakan bentuk sanksi itu adalah pemberhentian Tongam Sitinjak ST dari jabatan Ketua DPRD merupakan opsi ketiga, dan pemberhentian Tongam Sitinjak ST dari anggota DPRD atau opsi ke empat. Sedangkan opsi pertama dan kedua hanya berupa teguran tidak satupun anggota dewan yang memilih.

Delapan orang anggota dewan memilih opsi ke tiga, ‘memberhentikan dari jabatan sebagai ketua’. Sama dengan keputusan BKD pada paripurna pertama yang dianggap merupakan keputusan ‘banci’ oleh masyarakat. Sedangkan 13 orang lagi anggota dewan memilih opsi ke empat, ‘memberhentikan dari jabatan sebagai anggota dewan’ sebagaimana tuntutan masyarakat peduli adat. Suara ketigabelas dewan itupun menjadi keputusan BKD, memberhentikan Tongam Sitinjak ST sebagai anggota dewan.

 

8 Dewan ‘Banci’

Kedelapan dewan yang memilih opsi ketiga itu spontan dianggap ‘banci’ oleh masyarakat. Ada juga yang beranggapan karena mereka telah menerima proyek dari ketua. Dominan mereka adalah anggota fraksi Hanura, satu fraksi dengan Tongam Sitinjak ST. Sedangkan yang tigabelas orang dijuluki “kelompok tigabelas”, penampung aspirasi rakyat.

Kedelapan anggota dewan yang disebut ‘banci’ itu masing-masing tiga orang anggota BKD, Tahi Sitanggang, Nurmelita Sitorus, Jogar Simbolon serta lima anggota yang mengikuti sidang yaitu Nasip Simbolon, Tuaman Sagala, Sarhocle Tamba, Suhanto Sitanggang dan Herdon Samosir.

Marlon Simbolon, salah satu dari masyarakat peduli adat Samosir, juga mantan anggota dewan periode 2004-2009 mengatakan, jika hanya memberhentikan dari jabatan sebagai ketua, itu keputusan ‘banci’. Dewan yang memilih opsi itu juga dianggap ‘banci’, tegas Marlon Simbolon.

Meski keputusan BKD telah memberhentikan Tongam sebagai ketua sekaligus sebagai anggota dewan, namun masih harus menempuh proses untuk diberhentikan tetap atau di-PAW sebagai anggota dewan. Meski demikian, menurut Marlon Simbolon, dalam berbagai kegiatan di DPRD, Tongam Sitinjak ST sudah tidak layak untuk memimpin rapat di DPRD.
Alasannya menurut Marlon Simbolo, karena 23 anggota dewan telah menyetujui Tongam Sitinjak diberhentikan sebagai ketua dewan. Maka secara otomatis tidak mungkin lagi ke-23 anggota dewan itu menghadiri rapat yang dipimpin Tongam Sitinjak ST. Marlon Simbolon menambahkan, demi kelancaran tugas-tugas lembaga legislatip pemberhentian tetap Tongam Sitinjak harus secepatnya.(Od.80)

facebook twitter

1 Comment for “Ketua DPRD Samosir Diberhentikan”

  1. Tongam Sitinjak seharusnya dengan kesadaran sendiri harus mengundurkan diri sebagai anggota DPRD karena sikap dan tingkah lakunya tidak bisa diteladani, terlebih masyarakat Samosir adalah masyarakat adat yang menjunjung tinggi nilai nilai adat setempat.

You must be logged in to post a comment Login