• Nasdaq :3534.532+1.446 - +0.04%
  • UK Main Index :6625.25+41.08 - +0.62%
  • Australian All Ords :5444.800+32.200 - +0.59%
  • Australian 200 :5454.200+33.900 - +0.63%
  • AUS VS USD :0.9327
  • USD VS JPY :102.425
  • USD VS IDR :11420.00
  • WP Stock Ticker
Temui kami di: feed rss facebook twitter google+
|

Ketua MK: Bosan Banyak Pegawai Pajak Ditangkap

Ketua MK Akil Mochtar

Ketua MK Akil Mochtar

 

KETUA Mahkamah Konstitusi (MK), Akil Mochtar mengaku bosan melihat
penangkapan demi penangkapan terhadap pegawai Direktorat Jenderal
(Ditjen) Pajak dan menyarankan ada sebagian pekerjaan diserahkan ke
swasta profesional.

“Kalau memang tindakan kolutif, seperti korupsi, kolusi, dan
nepotisme, di Ditjen Pajak sudah sedemikian akut, mungkin perlu
dipikir ulang untuk menyerahkan sebagian kewenangan Ditjen Pajak ke
swasta,” kata Akil di Jakarta, Rabu (15/5).

Menurut dia, sebagian pekerjaan yang bisa dialihkan misalnya untuk
kolektornya atau penentuan besaran pajak yang harus dibayarkan wajib
pajak.

“Ini kan bisa dihitung oleh kalangan professional,” kata Akil.

Hal itu dimungkinkan karena pernah dilakukan oleh Bea Cukai pada jaman
Orde Baru, dimana sebagian kewenangan di-”outsource” (alih daya) oleh
perusahaan swasta seperti Sucofindo.

Akil mengatakan pengalihan sebagian kewenangan ini tidak berarti
menghapus kewenangan yang dialihkan.

“Ini sambil menunggu reformasi birokrasi Dirjen Pajak benar-benar
berhasil,” kata Akil.

Hal ini diungkapkannya terkait pemberitaan Komisi Pemberantasan
Korupsi (KPK), Rabu, kembali menangkap tangan seorang penyidik pegawai
negeri sipil (PNS) di Direktorat Jenderal Pajak yang diduga menerima
suap dari wajib pajak.

Petugas pajak itu dicokok oleh KPK sejak pagi tadi dan tiba untuk
pemeriksaan lanjutan di gedung KPK Jakarta pada pukul 12.47 WIB.

Oknum pajak tersebut diduga bertugas sebagai pegawai Direktorat
Jenderal Wilayah Pajak Jakarta Timur.ant

facebook twitter

You must be logged in to post a comment Login