bennerorbit

«

»

KIP Aceh Tengah ‘Pecah’

Takengon-ORBIT: Anggota Komisi Independen Pemilihan (KIP) harus lah netral. Bukan memihak salah satu calon, apalagi memberikan dukungan. Namun ternyata, hal itu tak berlaku bagi KIP Aceh Tengah. Diduga, salah seorang anggota Drs Hasbolah membelot dari peraturan dan ketentuan yang berlaku. Seperti halnya pengambilan keputusan soal perubahanjadwal kampanye bagi kandidat calon bupati yang bertarung.

Tak ayal, akibat keputusan HSB sepihak, memunculkan reaksi keras dari Tim Sukses (Timses) calon bupati. Bahkan, koordinator Komisi A DPRK Aceh Tengah yang notabene membawahi kinerja KIP mengecam tindakan Hasbolah.

“Seharusnya untuk memutuskan salah satu keputusan harus melibatkan ke lima anggota KIP, bukan keputusan sendiri. Ini jelas melanggar aturan dan ketentuan yang berlaku,” sesal Koordinator Komisi A, Taqwa, ketika ditanya terkait dugaan ‘perpecahan’ KIP Aceh Tengah dan keputusan sepihak HSB, Rabu (28/3).

Anggota KIP Aceh Tengah tersebut mengambil sikap tanpa sepengetahuan empat anggota lainya untuk membuat dan membatalkan keputusan KIP tentang perubahan jadwal kampaye di Takengon.

Politisi Partai Golkar ini menambahkan, bahwa tindakan Hasbolah sama sekali tak bisa dibiarkan. “Apapun keputusan yang diambil, harus melalui kesepakatan bersama,” jelasnya.
Menyikapi kasus tersebut, Taqwa pun telah melakukan konfirmasi kepada ke empat anggota KIP lainnya, Hamidah, Dermawan, Ifan Astafan serta Husein Canto.

Dan ke empat anggota tersebut, menurut wakil ketua DPRK ini, sama sekali tidak ikut memutuskan untuk perubahan jadwal kampanye. “Ini aneh, ada indikasi kebenaran selama ini bahwa Hasbolah mendukung salah satu kandidat,” ketus Taqwa.

Sudah tidak bisa terbantahkan lagi, rumor belakangan bahwa ada satu anggota KIP membantu salah satu kandidat dalam Pemilukada ini memang benar adanya.

“Perubahan jadwal kampanye yang dilakukan sepihak oleh Hasbolah, cukup berani. Kalau terus begini, akan muncul benih konflik, di mana selama ni kita berharap pelaksanaan Pemilukada Damai berlangsung,” sebut Taqwa.

Dia menjelaskan, perubahan jadwal kampanye yang sebelumnya sudah diplenokan oleh KIP berakhir pada tangal 4 April dan pada 5 April dilanjutkan dengan debat kandidat.
Didalam jadwal kampanye pertama tertanggal 19 Maret 2012, secara resmi telah melalui rapat Pleno.

Namun oleh Hasbolah dilakukan perubahan dengan penambahan pada tanggal 5 April. Hal inlah yang membuat 10 kandidat melakukan protes kepada pihak KIP. Karena kebijakan sepihak yang di keluarkan oleh salah seorang anggota KIP, mengenai jadwal kampanye (terbaru-red), tertanggal 26 Maret 2012, yang ditandatangani oleh Hasbolah

Di mana seperti yang dikatakan Taqwa, perubahan tadi tanpa dioordinasikan terlebih dahulu kepada ke empat anggota KIP.
Ketua KIP Aceh Tengah, Hamidah SH, saat dikonfirmasi tidak menjawab telephon Harian Orbit. Begitu juga salah seorang anggota lainya, Darmawan.

Sebelumnya, aksi protes sembilan Timses kandidat juga terjadi. Ini terkait temuan pemasangan baliho salah satu kandidat di areal larangan alat peraga. Hasilnya, tak berapa lama berkelang baliho tersebut dicopot. On-Jur

Leave a Reply