«

»

Kopertis Dianggap Dalang Konflik UISU

FOTO 2

 

Medan-ORBIT: Universitas Islam Sumatera Utara (UISU) pernah menjadi kampus swasta yang disegani di Sumatera.

Sebagai perguruan tinggi swasta tertua di luar Pulau Jawa, peran UISU memajukan kualitas pendidikan tidak dapat dikesampingkan.

Tapi itu dulu. Kini kampus itu dibalut berbagai persoalan. Mulai dari konflik dua kepengurusan yayasan, isu perselingkuhan pejabat rektorat, hingga beberapa program studi (Prodi) selama 12 tahun tidak mendapat perpanjangan izin. Sampai saat ini persoalan itu masih belum terselesaikan.

Alumnus UISU menilai, Kordinator Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) Wilayah Sumut-NAD merupakan dalang berlarutnya persoalan itu.

Wewenang Kopertis sebagai perpanjangan tangan Dirjen Dikti dan dalam pengurusan perpanjangan izin, tidak maksimal dilaksanakan.

“Kopertis Wilayah I Sumut-NAD diduga sebagai dalang konflik berkepanjangan di UISU. Sehingga konflik terus semakin memanas,” tegas Ir Eddy Aswari MM.

Kepada Harian Orbit, Jumat (14/6), Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Alumni (DPP IKA) UISU itu menilai tidak ada ketegasan Kopertis dalam menyelesaikan konflik berkepanjangan di UISU.

“Kopertis tidak tegas menyelesaikan berbagai persoalan di UISU. Apalagi dalam perpanjangan izin, Kopertis paling berwenang,” ujar Eddy.

Di sisi lian, Eddy yang juga Ketua IKA UISU se-Indonesia itu meminta Kopertis netral dalam menangani konflik dua kepengurusan yayasan UISU.

“Dan dua kubu yayasan UISU kami minta bersatu, sehingga mahasiswa tidak menjadi korban,” tegasnya.

Hal senada juga disampaikan Ketua Bidang Hukum IKA UISU Erwin SH. Menurut Erwin, Kopertis salah melangkah dalam menangani konflik dua kepengurusan.

“Kopertis seharunya memisahkan persoalan yayasan dengan persoalan akademisi,” ujar Erwin.

Dijelaskan Erwin, statuta UISU merupakan yayasan wakaf. Oleh sebab itu harus diselesaikan dengan sistem peraturan wakaf.

“Kopertis harus bertindak dengan tegas, kalau UISU tidak bisa disatukan, Prof Dian Armanto selaku Kordinator Kopertis harus segera menghentikan proses pembelajaran, sehingga tidak mengorbankan mahasiswa,” tegas Erwin.

Terpisah, Prof Dian Armanto kepada Harian Orbit mengaku berharap UISU bisa disatukan.

“Kita tetap berupaya secara intensif untuk bisa menyatukan kedua kubuh tersebut, sehingga mahasiswa yang diluluskannya tidak ada masalah,” kata Dian.

Ditambahkannya, Kopertis terus bekerja keras untuk memfasilitasi supaya konflik yang terjadi di kampus Jalan Sisingamangaraja Al-Munawarrah dan Jalan Karya Bakti UISU Al-Manar dapat diselesaikan. Om-24

Leave a Reply