bennerorbit

«

»

KPU Tobasa Dituding Main Kotor

Sedikit demi sedikit dugaan permainan kotor di lingkungan KPU Tobasa terungkap, demi mendongkrak jumlah kursi di DPRD yang diduga atas permintaan oknum tertentu, lembaga ini menaikkan data jumlah penduduk yang jauh dari data dimiliki Disdukcapil sebagai instansi pemerintah. Jelas ini pelanggaran hukum.

 Tobasa-ORBIT: Diduga untuk mendongkrak jumlah kursi anggota DPRD Tobasa periode 2014-2019 menjadi 30 kursi dari sebelumnya 25 kursi, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Tobasa sengaja menaikkan jumlah penduduk sebagai acuan untuk penetapan.

Dugaan ini menetas, setelah ketua dan anggota KPU Tobasa menetapkan jumlah penduduk hasil rekayasa mereka sebanyak 219 ribu jiwa, seterusnya mengajukan hasil pleno ke KPU Pusat untuk ditetapkannya jumlah penduduk perolehan jumlah kursi di DPRD Tobasa.

Dengan ditetapkannya jumlah penduduk sebanyak 219.000 jiwa, sesuai UU Pemilu akan terjadi kenaikan kursi untuk DPRD Tobasa sebanyak 5 kursi. Karena perolehan jumlah kursi dengan jumlah penduduk di atas 200.000 jiwa akan memperoleh kursi 30, sedangkan di bawah 200.000 jiwa memperoleh 25 kursi.

Bertambahnya jumlah kursi di DPRD Tobasa untuk Pemilu 2014 mendatang, diduga ada permainan kotor yang dipertontonkan Ketua KPU Tobasa dengan pimpinan Parpol tertentu.

 

Meningkat Tajam

Pada Pemilu Legislatif tahun 2010 dan Pilpres tahun yang sama, jumlah penduduk yang ditetapkan KPU Tobasa sekitar 176 ribu jiwa, dengan perbandingan jumlah penduduk laki-laki sebanyak 87.936 dan perempuan sekitar 88.987.

Itulah hasil pendataan yang dilakukan Dinas Catatan Sipil dan Kependudukan (Catpilduk) Tobasa ketika itu, dengan jumlah kecamatan 16, desa sebanyak 203 dan 13 kelurahan disertai adanya 3 kecamatan masing-masing Balige, Habinsaran dan Laguboti yang memiliki jumlah penduduk terbanyak.

Dengan bertambahnya jumlah penduduk selama dua tahun penuh yakni Januari 2010 ke Januari 2013 sebanyak 43.000 jiwa, merupakan angka kenaikan penduduk cukup fantastis yang kini dianggap telah ada unsur rekayasa di kantor KPU Tobasa.

Pertambahan penduduk selama 24 bulan ini menurut beberapa pemerhati di Tobasa, sangatlah tidak rasional dan tidak beralasan. Dengan angka kenaikan hampir 2ooo jiwa per harinya, diduga KPU telah memberikan data fiktif yang dikategorikan penipuan dan penggelapan.

“Pertambahan penduduk Tobasa sebanyak 2000 jiwa per harinya, apa itu mungkin atau sengaja ditambahin para komisioner itu,” ungkap Direktur Eksekutif Lembaga Pemantau Pemilu Independen (LPPi) Manuala Tampubolon SH didampingi Ketua Aksi Peduli Toba Nauli Galumbang Sibarani kepada sejumlah Wartawan di Balige, Senin (11/3).

Hal ini perlu diselidiki pihak terkait. Agar diketahui jelas kinerja para komisioner Tobasa yang sebelumnya dituding pihak Panwaslu kurang sosialisasi yang menyebabkan minimnya keikutsertaan warga memilih pada Pilgubsu 7 Maret 2013 kemarin.

 

Data Berbeda

Secara terpisah, Ketua KPU Tobasa Lampita Siregar ketika dikonfirmasi seputar jumlah kursi dan jumlah penduduk Tobasa saat ini, dianya tidak mau menjawab melalui telepon selulernya. Singkatnya, dianya menyuruh wartawan untuk melihat situs KPU Tobasa.

Sementara Sekretaris KPU Tobasa Resbol Lumban Gaol SH melalui telepon selulernya menjawab, KPU Tobasa telah menetapkan jumlah penduduk sekitar 205.000 jiwa. Jumlah tersebut telah ditetapkan KPU Pusat Jakarta Januari 2013 yang lalu, setelah sebelumnya disampaikan KPU Tobasa untuk penetapannya.

Tentang jumlah kursi, Resbol mengatakan, untuk DPRD Tobasa sebanyak 30 kursi, bukan lagi 25, Karena jumlah penduduk di atas 200.000 jiwa mendapatkan 30 kursi, sedangkan di bawah 200.000 jiwa sebanyak 25 kursi. Penetapan jumlah penduduk didasarkan kepada pendataan yang dilakukan pihak Catpilduk Tobasa, katanya.

Sedangkan Kepala Dinas Catatan Sipil dan Kependudukan Tobasa Dra Rosita Siagian Msi ternyata memberikan keterangan berbeda dengan jumlah penduduk yang disebutkan pihak KPU Tobasa.

Rosita menyebutkan, jumlah penduduk Tobasa menurut data mereka sebanyak 197.921 jiwa (kurang 200.000 jiwa). “Hasil pendataan itu per Januari 2013 yang lalu, itu valid datanya,” sebut Kadis dari kalangan perempuan ini. Od-44

Leave a Reply