«

»

Lagu Penghinaan Agama Kristen, Budha dan Hindu Beredar

Ilustrasi.Ist

Ilustrasi.Ist

 

Medan-ORBIT: Lagu berdurasi 5 menit 2 detik yang jelas-jelas merupakan bentuk penghinaan terhadap kepercayaan Tuhannya menyebar melalui handphone pelajar mahasiswa dan masyarakat luas.

Informasi dihimpun Harian Orbit Senin (27/2), membuat gelisah umat beragama Kristen, Budha dan Hindu, karena lagu-lagu itu terang-terangan menghina dan melecehkan. Sejauh ini belum diketahui siapa penyanyi dan pencipta lagu tersebut.

Kalangan masyarakat menganggap munculnya lagu menghina agama tersebut merupakan politik pevahbelah dan perbuatan sangat keji.

Sebagimana disebutkan oleh seorang pengamat sosial Kota Medan St Drs T Lumbantoruan, penghinaan terhadap agama adalah suatu perbutan yang cukup keji. Untuk itu, aparat kepolisian diharapkan mengusut tuntas pelaku penghinaan tersebut.

“Pihak berwajib tidak boleh membiarkan masalah ini berlarut-larut. Karena penghinaan terhadap agama adalah mengandung SARA. Perbuatan ini dapat menyulut emosional umat yang dihinanya,” ujar Lumbantoruan.

Disebutkan Lumbantoruan, bila hal ini dibiarkan, tidak tertutup kemungkinan dapat memicu konflik berdarah yang dapat menimbulkan korban nyawa. Maka sebelum terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, pemerintah dan kepolisian harus bisa mengakomodir aspirasi masyarakat, khususnya umat Nasrani.

Di tempat terpisah, menyikapi lagu yang beredar luas beraroma SARA dan terkesan menciptakan konflik dan memecah belah kerukunan beragama, Pendeta Resort Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Resort Padang Bulan Medan, Pdt SMS Simanjuntak STh mengimbau agar masyarakat jangan terpancing terutama umat Nasrani.

“Umat Nasrani diharapkan tidak panik, emosional atau terpancing atas beredarnya lagu-lahu penghinaan terhdap agama itu,” ujar Pdt SMS Simanjuntak STh kepada Harian Orbit, Senin (27/2).

Menurut SM Simanjuntak, banyaknya upaya penghinaan agama merupakan tanda-tanda makin dekatnya akhir zaman. Dia menandaskan, dengan semakin dekatnya akhir zaman selalu memunculkan watak manusia yang aneh-aneh.

“Jadi, kita tidak perlu dendam atau melawan dengan kekerasan. Biarlah Tuhan Yang Maha Kuasa membalas perbuatan manusia yang kerdil imannya,” tandas Pdt Simanjuntak.

Disebutkan, tugas utama umat nasrani meningkatkan pelayanan kasih, mempertebal iman, memperkuat hubungan komunikasi dengan Tuhan lewat doa sehari-hari. Om-24.

2 comments

  1. Bagus

    Ini Orangnya, Silakan di laporkan
    http://www.youtube.com/watch?v=Y0Doj6zeWJw

  2. Dedy

    Saya yakin umat non muslim tidak terpancin dengan lagu-lagu seerti itu, mereka sudah terbiasa mendengart penghinaan terhadap agamanya. Dicaci, dilecehkan, dihina, dibusuk-busukkan, tak percaya? Pantau saja khotbah-khotbah jumat yang menghadirkan ustadz2 FPI, MMI, JAT, HTI dll….hahaha

Leave a Reply