• Nasdaq :3534.532+1.446 - +0.04%
  • UK Main Index :6625.25+41.08 - +0.62%
  • Australian All Ords :5444.800+32.200 - +0.59%
  • Australian 200 :5454.200+33.900 - +0.63%
  • AUS VS USD :0.9327
  • USD VS JPY :102.425
  • USD VS IDR :11420.00
  • WP Stock Ticker
Temui kami di: feed rss facebook twitter google+
|

Lembu Tutup Akses ke Bukit Lawang

Pengendara sepedamotor dengan hati-hati melewati gerombolan hewan lembu yang menutup akses ke arah Bukit Lawang. Belum ada pihak mau dikonfirmasi namun masyarakat sudah resah karena sering macet akibat pemilik kurang memperhatikan kenyaman warga. Orbit/Ginting

Pengendara sepedamotor dengan hati-hati melewati gerombolan hewan lembu yang menutup akses ke arah Bukit Lawang. Belum ada pihak mau dikonfirmasi namun masyarakat sudah resah karena sering macet akibat pemilik kurang memperhatikan kenyaman warga. Orbit/Ginting

 

Secara umum, hewan ternak jenis lembu dipelihara pemilik dengan mempertimbangkan lingkungan, terutama kebersihan dan kenyamanan masyarakat dari gangguan tanaman termasuk pekarangan warga.

Sebagian peternak memelihara ternak cukup di dalam kandang dengan memberi pakan diarit rumput serta makanan tambahan tapa dilepas. Namun sebagian besar mengembangkan hewan ternak secara alami, siang hari dilepas diistilahkan diangon, versi demikian dinilai simple yang tidak merepotkan.

Hanya saja terkadang bermasalah dengan warga, pasalnya hewan peliharaan kerap memasuki areal dan merusak tanaman warga hingga pekarangan rumah, akibatya tidak sedikit pemilik ternak didenda sebagai efek jera sebagai ganti rugi tanaman.

Memelihara ternak lembu disimpulka sebagai pemasukan tambahan, diartikan tabungan tahunan untuk stok di masa mendatang. Wajar dan sah saja pemahaman demikian sepanjang tidak mengganggu fasilitas orang lain, artinya saling menjaga sesama lingkungan tanpa harus menyepelekan perjuangan dan usaha orang lain.

Berbeda dengan ulah pemilik ternak lembu di seputaran PT. PP. Lonsum khususnya di sepanjang jalan lintasan wisata Bukit Lawang, mulai pagi hari hewan dimaksu sudah terlihat bergerombol di jalan raya bahkan sedang asyik seakan menikmati panasnya aspal dengan istirahat tidur.

Kehadiran pengendara sepertinya tidak menjadi perhatiannya sehingga jika bertemu dengan gerombolan ini terpaksa tahan nafas dan extra hati-hati. Bagi yang doyan kebut-kebutkan, jika ketemu pasti kalang kabut serta tak jarang nyaris menabrak dan oleng hingga masuk paret jalan.

 

Tutup Akses

Berdasarkan amatan Harian Orbit setidakya ada 4 tempat lokasi gerombolan lembu, mulai dari Tanjung Kasih Kecamatan Salapian, Desa Simpang Pulau Rambung, Tenda Biru-Simpang Senggol dan Simpang Sematar masing-masing kecamatan Bahorok-Langkat.

Satu gerombolan berjumlah hingga belasan ekor, akibatnya jalan raya akses ke Bukit Lawang dikuasai para hewan ternak tersebut, tanpa menyisakan ruang bagi pengendara terutama bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) dari luar Bahorok saat memburu waktu di pagi hari akan pusing tujuh keliling.

Tidak diketahui pasti siapa pemilik hewan lembu di jalan lintas wisata ini, kabar yag diperoleh pemilik lembu umumnya tanpa tali pengikat tidak satu orang, tapi berkelompok. Sejauh ini belum ada pihak yang mau dikonfirmasi termasuk para kepala desa terkait bahkan pihak dari PT.PP. Lonsum.

Tetapi masyarakat terutama pengendara berharap kiranya pemilik ternak agar memperhatikan kepentingan umum di jalan raya apalagi lintasan dimaksud merupakan gerbang awal meuju tujuan wisata Bukit Lawang. Od-63

facebook twitter

You must be logged in to post a comment Login