bennerorbit

«

»

Mahasiswa Bakar Baju Almamater, Ijazah Unimus Tak Diakui

 

Lhokseumawe-ORBIT : Berawal  dari tudingan mahasiswa tentang penipuan pihak Universitas Al-Muslim (Unimus) Bireun terhadap ratusan mahasiswa jurusan Teknologi Informatika (IT), yang dulunya mereka terdaftar sebagai mahasiswa Unimus namun setelah mereka kuliah sampai semester III, tiba-tiba pihak Unimus mengalihkan mereka ke Kampus lain yakni Sekolah Tinggi Manajemen Informatika (STMIK) Bina Bangsa Lhokseumawe.

Belakangan mereka mengetahui  STMIK pun tidak jelas masalah akreditas untuk jurusan TI, sehingga kekecewaan mereka memuncak setelah sebagian dari lulusan STMIK tidak diakui ijasahnya saat melamar pekerjaan. Akhirnya karena kesal, mereka lampiaskan dengan membakar baju almamater di Waduk Mon Geudong, Lhokseumawe, Kamis (11/10).

“Seorang teman kami alumni STMIK Bina Bangsa Lhokseumawe tidak diakui ijasahnya saat mendaftar di Kepolisian,” ujar Farid koordinator aksi bakar baju almater itu.

Pembantu Ketua (Puket) I STMIK Bina Bangsa Lhokseumawe, Amir D ST, MT, mengakui akreditasi jurusan TI lagi dalam pengurusan. ”Untuk saat ini sekitar empat ribu jurusan di Universitas atau perguruan tinggi  belum terakreditasi di seluruh Indonesia,” katanya saat ditemui wartawan di Kampus STMIK Lhokseumawe.

Menjawab kekhawatiran mahasiswa mengenai tidak diakui ijasah mereka, Puket mengatakan itu tidak benar. Instansi negeri maupun swasta mensyaratkan akreditas yang dalam proses pengusulan itu tetap diakui.

Ketika ditanya mengenai perubahan status mahsiswa yang dulunya sebelum semester III terdaftar sebagai mahasiswa Unimus Bireun, namun sekarang menjadi mahasiswa STMIK Bina Bangsa Lhokseumawe, Puket mengatakan ia tidak mengetahui persoalan itu. ”Silahkan tanyakan kepihak yayasan, kami hanya pekerja disini,” tutur Puket yang diamini Ketua Akademik STMIK. On-Brs

Leave a Reply