• Nasdaq :3595.151+38.115 - +1.07%
  • UK Main Index :6703.00+28.26 - +0.42%
  • Australian All Ords :5515.500+13.300 - +0.24%
  • Australian 200 :5531.000+13.200 - +0.24%
  • AUS VS USD :0.9256
  • USD VS JPY :102.325
  • USD VS IDR :11645.00
  • WP Stock Ticker
Temui kami di: feed rss facebook twitter google+
|

Majelis Zikir SBY Minta, Selain Anas KPK Harus Usut Kader Demokrat Terlibat Korupsi

 

KETUA Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum (foto) yang rajin membantah tekait dugaan korupsi Hambalang melibatkan dirinya, membuat geram Majelis Zikir Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Informasi dihimpun Harian Orbit Kamis (5/7), Majelis Dzikir SBY meminta KPK tidak hanya mengusut Anas, tetapi kader-kader Demokrat lainnya yang terlibat kasus-kasus korupsi harus diusut.

“Jangan hanya Anas yang diusut. Usut juga kader Demokrat lain, Mirwan Amir, Jhony Allen dan lain-lain. Saya merasa gerah dengan semua ini. Kita minta kasus-kasus korupsi mereka dibongkar semua,” terang Ketua Umum Majelis Dzikir SBY, KH Harris Thahir, dalam pernyataan tertulis kepada wartawan di Jakarta, kemarin.

Soal kasus Hambalang, Harris mengaku geram dengan bantahan-bantahan Anas Urbaningrum di KPK. Dia meminta Anas tidak mengorbankan anggota Komisi II DPR Ignatius Mulyono.

Menurut KH Haris, Ignatius adalah orang jujur dan pasti sudah mengatakan apa adanya tentang instruksi Anas untuk penyelesaian sertifikat tanah Hambalang

“Janganlah Ignatius dikorbankan. Ignatius itu orang baik. Ignatius jenderal dan orang tua yang jujur. Kalau tidak diperintah Anas, mana mungkin Ignatius bantu. Janganlah juga ada dusta di antara kita,” ungkap KH Harris.

Tanyakan Penghasilan Anas

KH Haris mendukung penuh KPK dan mengaku akan menabrak siapapun yang coba-coba mengintervensi KPK dalam penanganan dugaan korupsi proyek Hambalang dan keterlibatan Ketua Umum Demokrat, Anas Urbaningrum.

“Kami hanya ingin menjaga KPK agar dapat bekerja dengan baik dalam menegakkan hukum di Tanah Air. Kami ingin KPK menindak siapapun yang melakukan korupsi, siapapun dia,” tegas  KH Harris Thahir.

Terhadap kasus yang melibatkan Anas, Harris mendesak KPK tidak ragu menerapkan pembuktian terbalik. Artinya, KPK dapat menggunakan UU 8/2010 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) sebagai pintu penerapan pembuktian terbalik.

“Kami yakin, dengan penerapan pembuktian terbalik sudah cukup untuk menjerat Anas. Sebenarnya cukup mudah bagi KPK menerapkan pembuktian terbalik, dengan menanyakan penghasilan Anas selama ini,,” ujar anggota Dewan Pembina Demokrat itu.

Secara pribadi, KH Harris merasa yakin kalau mantan Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Anas Urbaningrum itu memang terlibat dalam kasus korupsi proyek pembangunan proyek Pusat Pendidikan, Pelatihan, dan Sekolah Olahraga Nasional (P3SON) di Hambalang, Sentul, Jawa Barat. Or-13

facebook twitter

You must be logged in to post a comment Login