«

»

Mantan Pendeta Ceramah di Masjid Al-Jihad Medan


DR Muhammad Yahya Waloni.

 

RAMADAN bulan yang suci dan penuh berkah. Menyemarakkan bulan suci Pengurus Yayasan Masjid Al-Jihad Jalan Abdulah Lubis Medan menggelar pengajian Ramadan dengan ceramah agama.

Kali ini sebagai penceramah adalah mantan pendeta yang telah menjadi ustad setelah memeluk agama Islam beberapa tahun lalu. Dia adalah DR Muhammad Yahya Waloni.

Menurut  Syarif salah satu pengurus Masjid Al-Jihad Medan,  kehadiran DR Muhammad Yahya Waloni yang sebelumnya pendeta bermanfaat untuk dijadikan sebagai pembanding theologi dari beberapa agama yang ada di Indonesia.

“Jadi ada nuansa lain, karena kebanyakan ceramah agama di Al- Jihad selama ini diisi oleh ustad yang memang muslim dari awalnya. Diharapkan dengan mendengar ceramahnya nanti, kita bisa mendapatkan banyak ilmu termasuk comparativ agama,” ujar Syarif.

Infromasi dihimpun Harian Orbit Kamis (11/8), DR Yahya Waloni yang fasih dalam membaca Al-Qur’an dan bahasa Arab ini, berasal dari Manado yang saat berdomisili di Bandung.

Sejak lahir di keluarganya yang menganut agama Nasrani, dan Ustad Yahya kala itu sebagai Ketua Sekolah Tinggi Theologi (STT) Calvinis Ebenhaezer sekaligus ia  sebagai pendiri Universitas Kristen Indonesia (UKI) di Provinsi Papua.

 

Ba’da Tarawih

Kata Syarif, Allah berjehendak, tak disangka Yahya mendapat hidayah dan  ingin mempelajari Islam secara mendalam. Ketika bertemu selama lima kali dengan seorang tukang ikan di Bandung tempat tinggalnya, Waloni semakin tertarik dengan Islam.

Waloni tertarik dengan Islam, menurutnya karena Islam ini di mana-mana sama sama cara beribadahnya. “Walau di Amerika sekalipun, yang namanya shalat dan puasa, tetap bacaannya dan tata caranya sama. Dan ini sangat berbeda dengan dengan agama yang dianut sebelumnya,” katanya.

Kepada Harian Orbit, Syarif menambahkan, dirinya tau sejarah Ustadz Waloni karena pernah mendengar cerita pengalamannya pada ceramah yang dilakukannya di tempat lain.

Ceramah DR Yahya digelar Minggu malam (14/08) ba’da (usai) tarawih, akan dihadiri ummat muslim yang datang dari berbagai pelosok di Medan. “Untuk itu kami telah menyebar hampir seribuan undangan ke berbagai daerah di Medan dan telah mempersiapkan pula tenda dan teratak,” tutur Syarif. Om-Hen

Leave a Reply