• Nasdaq :3534.532+1.446 - +0.04%
  • UK Main Index :6625.25+41.08 - +0.62%
  • Australian All Ords :5444.800+32.200 - +0.59%
  • Australian 200 :5454.200+33.900 - +0.63%
  • AUS VS USD :0.9327
  • USD VS JPY :102.425
  • USD VS IDR :11420.00
  • WP Stock Ticker
Temui kami di: feed rss facebook twitter google+
|

Marga Simanjuntak ‘Panaskan’ Pemilukada Taput

Catatan Bindu Hutagalung wartawan Harian Orbit

Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) Tapanuli Utara berlangsung tahun 2013 dan menurut jadwal dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat mungkin Agustus atau akhir tahun depan, namun suhu atau konstelasi politik di kabupaten yang terdiri dari 15 kecamatan dan 251 desa itu kini sudah memanas.

Gendrang semakin memanasnya kondisi politik ini awalnya ditabuh beberapa bakal calon (Balon) yang sudah mengemuka. Meskipun masih sebatas wacana, namun kelompok atau faksi-faksi telah terjadi.

Ketika bertemu di pesta, di kedai kopi, kedai tuak atau pada kegiatan lain, pembicaraan soal Balon Bupati Taput suatu menu yang menarik. Diprediksi, mulai Agustus depan situasi sudah semakin panas seiring dengan mulainya musim panas di Taput.

Indikasinya sangat kuat. Beberapa diantara Balon khususnya dari Jakarta mulai bulan Juli akan melakukan berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan, bahkan sampai mengumpulkan massa.

Para Balon dari luar Taput juga terpancing dengan berbagai kegiatan yang dilakoni para Balon yang berdomisili di Taput. Semisal diantara Balon bertambah sering berkunjung ke gereja. Sesungguhnya kehadiran dia disana bukanlah bertujuan untuk beribadah secara khusuk, melainkan sekedar tebar pesona dan supaya dia disalami.

Misalnya dalam organisasi atau sekte gereja Adven (yang ajarannya jauh berbeda dengan Protestan-Red), tetapi akhir-akhir ini terkenal rajin beribadah di gereja-gereja lain, sedangkan sebelumnya yang bersangkutan tidak pernah muncul beribadah di gereja yang berbeda.

Ada pula diantara Balon semakin rajin pada kegiatan pesta adat, maupun dalam suka dan duka. Sesungguhnya, Balon tersebut bukanlah memiliki kasih dan selama ini kurang peduli terhadap lingkungan dimana dia bermukim. Dan kalaupun diusut pihak Kejaksaan atau Tipikor dan aparat penegak hukum lainnya tentang biaya perjalanan dinas, biaya tamu dan pengeluaran Balon tersebut, cukup fantastis.

Sangat jelas terlihat, Balon tersebut sesungguhnya tidak layak lagi mendapat tempat dihati masyarakat Taput. Namun berlagak hebat, bersih dan seolah peduli dengan keadaan masyarakat Taput yang masih tergolong miskin.

 

Persaingan Simanjuntak

Dari sekian banyaknya yang berminat untuk menjadi Balon Bupati Taput yaitu marga Simanjuntak. Seperti diketahui marga Simanjuntak yang tergabung dalam wadah PSSSI (Parsadaan Simanjuntak Sitolu Sada Ina) terbagai tiga orang bersaudara yakni Mardaup, Sitombuk dan Hutabulu.

Banyaknya marga Simanjuntak yang tergabung dalam wadah PSSSI seakan terbawa-bawa ke kancah Balon Bupati Taput. Diantara Balon yang sudah muncul ke permukaan tersebutlah ada sebanyak lima nama Balon .

Pertama, Banjir Simanjuntak (66) dan sejak tahun 1964 sudah berdomisili di Taput hingga sekarang . Dia pensiunan dari polisi dan tamat SMA Negeri Tarutung namun ketujuh anak-anaknya seluruhnya lulusan Sarjana di Perguruan Tinggi Negeri/Swasta di Pulau Jawa. Mempunyai isteri bernama Chloria boru Nainggolan.

Saat ini Banjir adalah Ketua Partai Hanura Taput. Yang bersangkutan telah memiliki partai pengusung yakni Partai Hanura, PIS dan PMB. Banjir adalah pebisnis dan setelah pensiun dia dikenal pemborong dan kini masih Ketua Kadin Taput. Dia juga sudah cukup berpengalaman menjadi Ketua Tim Pemenangan pada Pilkada Taput memenangkan Toluto (namun saat ini menurut informasi bahwa Banjir sudah berseberangan dengan Toluto).

Pada Pilkada Tobasa, Banjir ikut mendukung Kasmin Simanjuntak (Bupati Tobasa), di Tapteng pendukung Raja Bonaran Situmeang (Bupati Tapteng). Artinya Banjir, sudah sangat berpengalaman pada saat beberapa kali Pilkada dan memiliki finansial (uang) yang cukup untuk sekelas Pilkada Taput.

Kedua, Pinondang Simanjuntak juga tergolong populer, tetapi dia berdomisili di Jakarta. Pinondang kini berusia 60 tahun dengan predikat pendidikan S-2. Dia pensiunan Kepala Dinas Penerangan Jalan dan Penerangan Umum DKI Jakarta. Dalam karirnya di birokrat cukup berhasil.

Pernah menjadi Camat Menteng Pusat Jakarta tempat berdomisilinya almarhum Presiden Soeharto. Pinondang juga pernah Pelaksana Walikota Jakarta Utara. Beberapa kali mendapat predikat pejabat terbaik tingkat Provinsi DKI.
Memiliki isteri bernama Emma boru Lumbantobing dan memiliki tiga orang anak dan semuanya lulus dari Perguruan Tinggi di Pulau Jawa serta memperoleh pekerjaan yang lumayan. Pinondang telah melakukan persiapannya sejak dua tahun silam dan mendirikan Yayasan Kasih Peduli Huta.

Ketiga, Ottoniyer Simanjuntak (45) juga disebutkan ikut menjadi Balon. Berpendidikan S-1 dan berdomisili di Tarutung. Ottoniyer adalah Ketua DPC PDIP Taput dan saat ini menjabat Wakil Ketua DPRD Taput. Beberapa tahun silam, nama Ottoniyer sedikit harum karena cukup vokal mengkritisi kinerja Bupati Taput.
Namun nama Ottoniyer sudah mulai redup dan nyaris tak terdengar lagi setelah isterinya Betty Sitorus diangkat menjadi Camat Siatas Barita Tarutung sehingga terasa kurang mengkritisi kebijakan Pemkab Taput walaupun sudah menyalah.

Keempat, Reguel Simanjuntak (39) berdomisili di Taput dengan pendidikan S-1. Reguel saat ini menjabat Sekretaris DPC Golkar dan anggota DPRD Taput . Rencana disebut-sebut akan berpasangan dengan Toluto (Bupati incumbent). Maksudnya Reguel nantinya adalah Balon Bupati, sedangkan Toluto Balon Wakil Bupati karena peraturan hanya membolehkan seseorang hanya dua periode pada jabatan yang sama. Anak-anaknya juga masih kecil.

Kelima adalah Fernando Simanjuntak yang kini menjabat Ketua DPRD Taput dan Wakil Ketua DPD Golkar Sumut. Dia berdomisili di Taput dan sangat berpengalaman di lembaga lesgislatif. Sebelum anggota DPRD, Fernandio dikenal seorang pengacara yang berhasil.

Selama ini dikenal cukup dekat dengan Bupati Taput .Maklum saja, Toluto juga merangkap Ketua DPD Golkar Taput dan Fernando adalah Sekretarisnya. Tetapi pada saat Muscab beberapa waktu lalu ,Fernando digantikan Reguel Simanjuntak. Fernando tergolong masih usia muda dan anak-anaknya juga belum ada yang tamat dari mahasiswa.

 

“Parsegana PSSSI”

Penulis sengaja membedah plus-minus para Balon dari kalangan marga Simanjuntak. Menariknya, para Balon sama-sama satu marga dan yang berkomentar adalah marga Simanjuntak juga.

Menurut Ketua PSSSI Cabang Silindung SV.Simanjuntak kepada penulis baru-baru ini, beberapa kali Banjir dan Pinondang sudah menemuinya, namun hingga sekarang secara resmi belum ada mendukung seseorang karena dirasakan terlalu dini.

Drs Alfa Simanjuntak MPd kepada Orbit Sabtu (16/6) juga sedikit gamang melihat banyaknya para Balon dari marga Simanjuntak. Menurutnya, Banjir, Pinondang dan Reguel ketiganya dari Simanjuntak (Hutabulu). Sedangkan Reguel dan Fernando dari Simanjuntak (Mardaup). Menurutnya, figur yang lebih layak untuk menjadi Balon Bupati Taput diantara kelimanya adalah Banjir dan Pinondang.

“Guna mengantisipasi penyesalan di kemudian hari harus ada yang mengalah diantara Balon. Mari koreksi diri dululah,” kata Alfa senada dengan SV.Simanjuntak tanpa bermaksud membela.

Sedangkan Bahari Simanjuntak yang mendampingi Alfa kepada Orbit justru bicara lebih radikal. Jika tidak ada yang mengalah diantara Balon, maka “Parsadaan” Simanjuntak yang bermakna persatuan akan berubah menjadi “Parsegana” (Rusaknya) Simanjuntak. ***

facebook twitter

You must be logged in to post a comment Login