«

»

Maulid Nabi di Perumnas Mandala, Umat Pilih Pemimpin yang Bisa Dijadikan Imam

Foto.HL.10, Ariyanul Lubis

LAPANGAN Sepakbola Enggang Perumnas Mandala, berubah sendu ketika H Gatot Pujo Nugroho ST menutup kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW dengan doa. Warga sekitar lokasi mengamini doa yang dipanjatkan Calon Gubernur 2013-2018 itu saat meminta ditunjukkan jalan yang benar sesuai ajaran Rasulullah.

Terutama kepada generasi muda dan anak didik yang dirasa semakin jauh dari tauladan Nabi Muhammad. Doa yang dikumandangkan Gatot dari atas panggung itu pulalah yang menjadi penutup Maulid Nabi Muhammad yang digelar di lapangan Sepakbola Enggang Perumnas Mandala.

Sebelumnya, Cagub nomor urut lima dalam Pemilukada Sumut 7 Maret nanti menekankan pentingnya ikhtiar dari sebuah pengharapan kepada Allah SWT. Dijelaskan, doa-doa yang sering dipanjatkan Umat Muslim akan lebih terarah jika dibarengi dengan ikhtiar pribadi masing-masing.

“Ikhtiar itu bisa diwujudkan dalam bentuk upaya maksimal mencontoh tauladan Nabi Muhammad SAW. Jika ingin sukses, maka tirulah orang sukses seperti Rasulullah SAW,” tegas Gatot pada acara yang digelar Minggu (24/2) siang itu.

Hadir dalam kegiatan itu Ketua Majelis Pimpinan Wilayah (MPW) Pemuda Pancasila Sumut Anuar Shah, Ketua Majelis Pertimbangan Organisasi (MPO) PP Medan Kodrat Shah, Ustad Habib Abdulrahman Assegaf dari Jakarta serta pengurus MPW PP Sumut.

Cagub yang berpasangan dengan T Erry Nuradi itu juga mengajak kepada para orangtua untuk mulai mengajari anak-anak dengan tauladan Nabi Muhammad SAW.

“Mulailah mengajari kepada anak kita tentang kehidupan keluarga Nabi Muhammad. Pelan-pelan akan terbentuklah karakter anak yang mengidolakan rasulullah SAW,” tandas Gatot yang juga Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Sumut itu.

Seusai menyampaikan sambutannya, Gatot pun diburu para warga untuk diajak berfoto bersama atau sekadar bersalaman. Warga secara terang-terangan mengaku merindukan sosok pemimpin yang bisa dijadikan sebagai Imam menuju kesejahteraan.

Dijadikan Tumpuan

Di tempat yang sama, Ustad Habib Abdulrahman Assegaf juga menekankan pentingnya ikhlas memilih jalan sesuai ajaran Rasulullah SAW. Dikatakan Habib, Rasulullah SAW merupakan pemimpin sejati yang memiliki sifat dan sikap terpuji.

Pertama Shiddiq yang diartikan bisa dipercaya. Dalam hidupanya, Rasulullah tak pernah sekalipun berkata tidak jujur. Oleh sebab itu, kata Habib, perkataan Rasulullah adalah perkataan yang bisa dipercaya.

Selain itu, Rasulullah SAW juga merupakan pemimpin yang amanah. Nabi Muhammad SAW selalu menjaga kepercayaan yang diberikan kepadanya.

“Sekarang banyak pemimpin tidak amanah. Jadi pemimpin untuk bisa memegang kekuasaan semata, setelah itu masuk ke penjara,” kata ustad yang dikenal vokal dalam ceramahnya itu.

Kemudian, pemimpin itu harus mampu melakukan upaya yang benar meskipun terkadang itu pahit dirasakan orang lain. “Pemimpin seperti ini dikenal dengan pemimpin yang fathanah,” terang Habib.

Menurutnya, pribadi yang dimiliki Gatot Pujo Nugroho tidak berbeda jauh dengan sifat dan sikap Shiddiq, amanah dan Fathanah. “Saya yakin seorang Gatot Pujo Nugroho bisa dijadikan tumpuan. Karena Gatot bisa menjadi Imam bagi kita Umat Muslim,” kujar Habib.

Habib juga mengaku kenal dekat dengan pribadi Gatot Pujo Nugroho. Untuk itu dia mendoakan, bisa ditemukan pribadi seperti tauladan Rasulullah dalam diri Gatot Pujo Nugroho.

Kemurnian Ajaran Islam

Hal senada juga diungkap Sekretaris MPW PP Sumut Firdaus Nasution. Menurut pria berkacamata itu, sifat ikhlas dalam memilih pemimpin yang bisa dijadikan imam adalah perbuatan yang diganjar dengan surga.

“Kita bukan berbicara di luar konteks Maulid Nabi Muhammad. Tapi dalam konteks Pilgubsu nanti, memilih pemimpin sangat erat kaitannya dengan memilih pemimpin agama,” tandas Firdaus.

Firdaus juga menceritakan sejarah Islam di zaman Umar bin Khattab. Menurut Firdaus, PP yang sekarang sama dengan Umar bin Khattab setelah masuk Islam.

Diterangkan Firdaus, sebelum memeluk Islam dan mengikuti ajaran Rasulullah, Umar bin Khattab merupakan orang yang bernafsu membunuh Nabi Muhammad.

“Tapi setelah memeluk Islam, Umar bin Khattab lah yang berada di depan menghalang orang-orang yang ingin membunuh Nabi Muhammad,” tandas Firdaus.

Artinya, sambung Firdaus, adalah sebuah keharusan bagi seluruh Umat Muslim untuk menjaga kemurnian Ajaran Islam yang dibawa Nabi Muhammad.

“Pemuda Pancasila juga wajib menjaga kemurnian tersebut,” tukas Firdaus.

Sementara salah seorang tokoh masyarakat Perumnas Mandala J Nasrun mengaku, warga sangat merindukan siraman rohani yang mendidik umat untuk mencontoh tauladan Nabi Muhammad SAW.

“Mudah-mudahan hikmah siraman rohani yang disampaikan bisa membawa kita kepada jalan sesuai ajaran Nabi Muhammad SAW,” ujar Nasrun.

Jerih Payah

Ketua Panitia Penyelenggara, Kasman Simatupang mengaku berterimakasih atas kehadiran warga Perumnas Mandala di kegiatan tersebut. Menurut Kasman, kehadiran tersebut merupakan bentuk dukungan warga terhadap kesuksesan kegiatan besar itu.

“Namun tak akan saya lupa jerih payah Ketua MPW PP Sumut Bapak Anuar Shah dan Ketua MPO PP Medan Bapak Kodrat Shah dalam mendukung kegiatan edukasi religi ini. Atas dukungan itu, panitia bisa menggelar acara yang hanya direncanakan selama tiga hari ini,” pungkas Kasman. Rakyat Asril/Aryanul Loebis

 

Leave a Reply