• Nasdaq :3566.429-22.375 - -0.62%
  • UK Main Index :6674.74-7.02 - -0.11%
  • Australian All Ords :5502.200+35.100 - +0.64%
  • Australian 200 :5517.800+38.500 - +0.70%
  • AUS VS USD :0.9286
  • USD VS JPY :102.275
  • USD VS IDR :11630.00
  • WP Stock Ticker
Temui kami di: feed rss facebook twitter google+
|

Mendidik Anak Memasuki Usia Remaja

Ilustrasi

Ilustrasi

 

MENDIDIK anak usia remaja merupakan salahsatu fase paling berat yang
dihadapi oleh sebagian besar orang tua. Di masa ini, anak-anak
cenderung akan berubah sikap menjadi seorang pemberontak yang suka
melawan orang tua dan berpikiran labil karena di usia inilah mereka
sedang mencari tahu jati diri mereka yang sebenarnya.

Mereka merasa bahwa diri mereka adalah yang paling benar dan mereka
pun juga memiliki rasa keingintahuan yang sangat besar terhadap semua
hal. Usia remaja biasanya dimulai ketika anak-anak mulai duduk di
bangku SMP atau Sekolah Menengah Pertama dan berakhir setelah mereka
mulai memasuki tahun akhir di SMA atau Sekolah Menengah Atas.

Anak-anak yang memasuki pubertas atau masa remaja sangatlah rawan dan
sangat perlu untuk diawasi agar mereka tidak terjerumus ke hal-hal
yang menyimpang. Lalu bagaimanakah cara mendidik anak yang sedang
memasuki usia remaja? Berikut adalah sedikit tipsnya untuk anda.

Hal yang Perlu Anda Lakukan

Hal pertama yang perlu anda lakukan saat mendidik anak usia remaja
adalah pintar-pintar memposisikan diri. Jangan selalu tempatkan posisi
anda sebagai orang tua yang berkuasa dan yang harus selalu dipatuhi.
Anda harus pintar dan jeli dalam menilai situasi sehingga anda bisa
menempatkan diri anda dengan peran yang tepat.

Misalnya, ketika anak anda sedang mengalami masalah di sekolah, jangan
buru-buru memberondongnya dengan berbagai pertanyaan dan omelan. Hal
itu justru akan memicu kemarahannya dan ketidaksukaannya pada
kehadiran anda. posisikan diri anda sebagai teman yang bisa dipakai
sebagai tempat untuk mencurahkan keluh kesah.

Biarkan kepercayaannya pada anda tumbuh secara perlahan. Dan ingatlah,
terkadang mereka hanya membutuhkan anda sebagai tempat untuk
mendengarkan keluh kesah dan bukan untuk mencari nasehat. Jika ia
tidak bertanya, jangan berikan nasehat yang terlalu panjang dan
terkesan menghakimi.

Kedua, berikan pendidikan agama yang kuat sejak mereka kecil agar
mereka tidak terjerumus pada kehidupan yang kelam. Cari tahu apakah
anak anda mendapatkan pendidikan seks dan narkoba yang cukup di
sekolah serta berikan pendidikan tambahan mengenai hal tersebut dengan
tepat di rumah agar mereka tidak penasaran atau tergoda untuk mencoba
berhubungan seks maupun mencoba narkoba.

Ketiga, jangan mengekang anak remaja anda terlalu ketat. Ketika anda
mengikatnya terlalu kencang, mereka justru akan semakin mencoba untuk
lari dan berontak kepada anda. Sebaiknya gunakan metode tarik ulur
agar mereka bisa lebih menghargai anda dan berikan batasan-batasan
khusus yang membuat mereka bisa merasa bebas namun tetap terkontrol.

Hal-Hal yang Perlu untuk Dihindari

Pertama, jangan gunakan kata makian saat menegur atau memarahi mereka.
ketika anda menggunakan kata-kata cacian atau kasar saat anda marah,
kata-kata tersebut akan terus terngiang di pikiran mereka. Semakin
lama disimpan, semakin besar pula kesempatan untuk mereka berubah
menjadi membenci anda.

Kata makian atau kata kasar dapat melukai perasaan mereka dan
menimbulkan sakit hati sehingga mereka pun juga terpacu untuk
melakukan hal yang sama kepada anda. Kedua, sebisa mungkin jangan
gunakan kekerasan untuk menegur mereka. Penggunaan kekerasan pada
remaja hanya akan membuat hubungan anda dengan anak-anak menjadi
renggang dan mereka bisa terpicu untuk semakin berontak.bid

facebook twitter

You must be logged in to post a comment Login