bennerorbit

«

»

Menuju Pemilukada Taput, “Money Politic” Berbungkus Acara Adat

Menuju Pemilukada Taput, “Money Politic” Berbungkus Acara Adat

Menuju Pemilukada Taput, “Money Politic” Berbungkus Acara Adat

 

Diiringi Gordang (musik tradisional Batak-red), Toluto dan istrinya Elly Manalu memberikan uang kertas lembaran Rp100 ribu ke tangan ratusan orang sebagai utusan dari marga-marga PTS Taput saat manortor (menari). Tak jelas apa tujuan Toluto dan istrinya memberikan uang tersebut kepada para anggota PTS Taput yang manortor.

Tarutung-ORBIT: Acara adat yang dikemas dalam berbagai Pesta Syukuran Partangiangan Bona Taon 2013 dari marga-marga di Kabupaten Tapanuli Utara, terkesan menjadi wadah tepat pemulusan praktek ‘money politic’ menuju Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) Taput yang rencananya digelar 11 September mendatang.

Amatan Harian Orbit, Pesta Syukuran Partangiangan Bona Taon 2013 Punguan Toga Simamora (PTS) Kabupaten Taput yang dilaksanakan di lingkungan SMPN 1 Sisordak, Kecamatan Parmongangan Taput, Minggu (17/2) bukan dilaksanakan seperti halnya syukuran marga-marga lain pada umumnya.

Biasanya, kegiatan berbentuk penyampaian doa kepada Tuhan Yang Maha Kuasa dengan mengadakan kebaktian rohani sebagai bentuk ungkapan rasa syukur.

Namun pesta syukuran kumpulan dari tiga marga-marga ini, Purba, Manalu dan Debataraja malah dijadikan ajang politik untuk mendukung seseorang menjadi bupati ataupun wakil bupati pada Pemilukada Taput mendatang. Bentuk dukungan tersebut dilakukan oleh Punguan PTS Taput dalam surat pernyataan tertulis yang kemudian dibacakan kepada khalayak yang hadir dalam acara tersebut.

Sebagai balasan atas dukungan tersebut, Torang Lumbantobing yang menerima seperangkat Ulos Batak, langsung memberikan uang kertas lembaran Rp100 ribu ke tangan ratusan orang utusan dari marga-marga PTS Taput  saat manortor (menari). Hal ini diikuti seluruh Pimpinan SKPD Pemkab Taput.

Tradisi Orang Batak

Berkaitan dengan kondisi tersebut, beberapa tokoh masyarakat batak yang tidak mau disebutkan namanya menyebutkan,
ini mengindikasikan pengerahan kekuasaan dengan menghadirkan seluruh Satuan Perangkat Kerja Daerah (SKPD) oleh bupati, selaku penguasa otonomi di Taput dalam acara komunitas sarat kepentingan, itu.

“Selain Pesta Sukuran Bona Taon PTS Taput, kebetulan sekarang juga pelaksanaan kegiatan Pentas Seni Pemkab Taput di Sisordak inin” sela Pahala Lumbantobing, Kepala Bagian Humas dan Keprotokolan kepada Harian Orbit sembari menegaskan, acara yang digelar merupakan acara adat.

Sekitar tiga ribuan orang dari marga-marga PTS Taput ikut menghadiri kegiatan ini. Selain dari marga-marga PTS Taput, hampir seluruhnya pimpinan SKPD Pemkab Taput juga turut hadir. Hebatnya lagi, pembawa acara (MC-red)-nya pun langsung diambil alih oleh Sondang Pane, merupakan pegawai di Dinas Cipta Karya dan Perumahan dan BP Siahaan Kepala Bapemdes Taput.

Musik Batak mengiringi Toluto dan istrinya Elly Manalu memberikan uang kertas lembaran Rp100 ribu ke tangan ratusan orang sebagai perwakilan marga-marga. Ada celetukan dari beberapa wartawan yang kebetulan hadir dengan menyebut diduga pemberian uang itu sebagai bentuk pencitraan dan ambil hati yang bisa dikategorikan politik uang.

Tetapi ada juga yang menyebut bahwa itu adalah tradisi dari orang Batak bilamana hula-hulanya manortor, maka borunya akan memberikan sejumlah uang sebagai bentuk terima kasihnya. Dalam PTS Taput ini,  Torang Lumbantobing merupakan pihak  boru, dimana istrinya adalah boru Manalu. Od-24

Leave a Reply